RSS

Ketika hati ini iri pada Kematian

Ketika hati ini iri pada Kematian

 

Berita kematian tak henti terdengar di telinga entah tetangga, artis atau berita berita di koran yang membicarakan banyak bencana , korban bom atau peperangan di daerah timur tengah yang sangat banyak merengut korban. Atau berita siswa yang baru bunuh diri beberapa waktu yang lalu karena tidak lulus UN padahal dikenal sebagai anak yang berprestasi.

Diantara semua berita kematian itu manakah yang menyentuh hati, menyesakkan dada atau menggetarkan jiwa kita sehingga kita tersadar bahwa kematian itu sangatlah dekat dengan kita.

Tentunya ada, mustinya ada , seharusnya ada…

Jujur…. semua berita diatas belum membuatku sangat bergetar, tersentuh , tersadar dan kemudian ingat bahwa kita memang harus mengingat mati setiap saat…….namun sangat berbeda dengan hari ini….

Entah kenapa …. begitu keringkah ? Wallahualam…

Sejak tadi pagi semua media, jejaring sosial bahkan bbm diramaikan oleh headline yang memberitakan kematian seorang ustadz muda kondang …

Bangetz… sangat menggetarkan hati ….

Apakah karena beliau seorang public figur dakwah , atau kah karena tampak begitu banyak orang yang mencintai dan merasa kehilangan, atau karena cerita cerita kesan baik dari rekan seperjuangannnya sehingga membuatku tersentuh? Atau karena kisah kematian yang mendadak diusia yang relatif muda. Persis seusia ku…. hmm sepertinya bukan itu.

Yang pasti aku bukan fans beratnya… bisa dipastikan aku hampir tidak pernah mendengarkan untaian kalimat dakwahnya, pun lagu-lagu religinya yang bagi begitu banyak orang tentu sangat menyentuh relung hati dan keimanannya. InsyaAllah.

Sejenak terlupakan ketika link informasi itu ku tutup untuk rehat melanjutkan aktifitasku.

Ketika tiba waktunya ku bertemu dengan sang Pencipta, dan lintasan hati itu muncul kembali.

Baru ku tersadar ternyata aku Iri…. sangat iri…. hingga aku menitikkan air mata disetiap sujudku saat itu.

Ya Allah aku iri…. karena harapananku kelak dalam kondisi seperti itu lah yang ku inginkan, ketika Engkau memanggilku…

Ya Allah aku iri… karena dalam pandanganku Engkau memanggilnya begitu cepat karena Engkau begitu mencintainya dan kembali dalam kondisi terbaik dalam pencapaian dakwahnya.

Ya Allah dan aku iri karena aku belum banyak mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Mu

Dan aku iri …..ketika ter sadar bahwa aku belum banyak berbuat dan bermanfaat..

Dan aku iri … karena baru tersadar lagi…

Bahwa kematian itu begitu dekat dengan kita…

Kapan pun… Masya Allah.

 

innalillahi wainna ilaihi rojiun…

Semoga ustadz mendapatkan tempat yang indah di Sisi Allah SWT dan husnul khotimah.

Aamiin

 

 

 
Tinggalkan Komentar

Posted by pada 26 April 2013 in Cahaya Hati

 

Kaitkata: , , , ,

Muhammad SAW Entrepreneur Sejati

I. PENDAHULUAN
Allah SWT tidak membenci kecenderungan manusia dalam mencintai harta benda miliknya. Selama mereka tidak berlebihan dalam mencintai harta benda melebihi kecintaan kepadaAllah SWT. Berwirausaha adalah salah satu cara untuk menjemput rejeki dari Allah SWT. Manusia dalam berdagang tentu saja memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan yang banyak, namun hal itu tentu saja harus diiringi oleh etika dalam berusaha.
Wirausaha dahulu dikenal dengan istilah wiraswasta . Kata “wiraswasta” adalah terjemahan dari sebuah kata dalam bahasa asing (Perancis) “Entrepreneur” yang dapat diartikan sebagai figur seseorang yang menjalankan usaha secara mandiri, dilandasi sifat yang luhur.
Perkembangan kewirausahaan di Indonesia cukup menggembirakan. Meski pun pada kenyataannya, penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih diminati pelamar yang datang berduyun-duyun, namun di balik itu, ada fenomena mencengangkan. Kini banyak sekali angkatan muda yang berminat, bahkan sangat terobsesi menerjuni bidang kewirausahaan. Kursus-kursus kewirausahan tumbuh bak jamur di musim hujan, bisnis waralaba terus merebak, tidak saja yang global, tapi yang lokal bertebaran di mana-mana. Klub-klub dan milis-milis entrepreneur juga bermunculan.
Terlebih lagi, ternyata sudah banyak tokoh-tokoh muda Indonesia yang menjadi pakar bisnis, mentor-mentor kewirausahaan, konsultan-konsultan entrepreneurship yang naik ke panggung-panggung seminar. Bisnis rumahan secara online juga mewabah baik dalam skala besar maupun bisnis retail yang dilakukan ibu-ibu rumahtangga dengan berbagai motivasi yang berbeda.
Rasulullah SAW adalah seorang Entrepreneur Sejati. Sebagian besar kehidupannya sebelum menjadi utusan Allah SWT , Rasulullah Muhammad SAW adalah wirausahawan yang sukses. Keteladanan beliau dalam berdagang menjadi contoh para sahabat dalam berwirausaha.
Dari paparan sejarah Rasulullah SAW dalam berwirausaha dapat banyak sekali contoh dan teladan yang seharusnya di terapkan dalam dunia perekonomian dan bisnis dimasa sekarang. Para wirausahawan selayaknya mempelajari petunjuk-petunjuk dan Teladan Rasulullah SAW yang sangat gamblang sehingga dapat dipergunakan dalam menjalankan usahanya secara bersih dan bermartabat.
Dan selayaknya kita yang hidup dijaman modern ini dapat mencontoh prilaku yang telah disunnahkan sehingga selain meraih keuntungan dalam berusaha, memberi manfaat bagi orang yang banyak juga mendapatkan berkah yang berlimpah dari Allah SWT atas rejeki yang kita raih.
II.SIRAH NABAWIYAH:

RASULULLAH SAW – ENTREPRENEUR SEJATI
Kesuksesan Rasulullah SAW sudah banyak dibahas dan diulas oleh para ahli sejarah Islam maupun Barat. Namun ada salah satu sisi Muhammad SAW ternyata jarang dibahas dan kurang mendapat perhatian oleh para ahli sejarah maupun agama yaitu sisinya sebagai seorang pebisnis ulung. Padahal manajemen bisnis yang dijalankan Rasulullah SAW hingga kini maupun di masa mendatang akan selalu relevan diterapkan dalam bisnis modern.
Segala peristiwa yang terkait dengan Rasulullah SAW seakan tidak terhubung sama sekali dengan kinerja dan dunia perekonomian kita. Bahkan ada sebagian yang beranggapan bahwa ajaran Nabi Muhammad SAW adalah faktor penghambat pembangunan dunia perekonomian dan aktifitas bisnis modern.
Padahal jika para pelaku bisnis mau mencermati, mempelajari dan mengamati , bahwa Rasulullah SAW telah memberikan contoh pola bisnis yang sangat luhur. Beliau mencontohkan bahwa kepercayaan adalah modal yang paling berharga dalam usaha.
Muhammad Syafi’i Antonio pakar ekonomi syariah indonesia mengatakan : Rasulullah memberikan pelajaran bahwa Bisnis harus dijalankan dengan value driven yang bermanfaat untuk semua stake holders dan harus gesit dalam melakukan positioning di pasar global. Beliau bukan jago kandang seraya meminta proteksi cukai dan tax holiday.
Dalam tataran individu, Rasul juga menganjurkan untuk menjadi wirausahawan yang tangguh dan manajer terpercaya.
SEJARAH KARIR BISNIS RASULULLAH SAW
Rasulullah mendapatkan jiwa entrepreneur sejak beliau usia 12 tahun. Ketika itu pamannya Abu Thalib mengajak melakukan perjalanan bisnis di Syam negeri yang meliputi Syiria, Jordan dan Lebanon saat ini. Sebagai seorang yatim piatu yang tumbuh besar bersama pamannya beliau ditempa untuk tumbuh menjadi wirausahawan yang mandiri.
Ketika usia 17 tahun Muhammad telah diserahi wewenang penuh untuk mengurusi seluruh bisnis pamannya. Ketika usia menginjak 20 tahun adalah merupakan masa tersulit dalam perjalanan bisnis rasulullah SAW. Beliau harus bersaing dengan pemain senior dalam perdagangan regional. Namun kemudian titik keemasan entrepreneurship Muhammad SAW tercapai ketika usia antara 20-25 tahun.
Muhammad SAW adalah sosok pengusaha sukses dan kaya. Di antara informasi tentang kekayaan beliau sebelum kenabian adalah jumlah mahar yang dibayarkan ketika menikahi Khadijah Binti khuwalaid. Konon, beliau menyerahkan 20 ekor unta muda sebagai mahar. Dalam riwayat lain, ditambah 12 uqiyah (ons) emas. Suatu jumlah yang sangat besar jika dikonversi ke mata uang kita saat ini.
Dengan demikian, Muhammad SAW telah memiliki kekayaan yang cukup besar ketika beliau menikahi Khadijah. Dan kekayaan itu kian bertambah setelah menikah., karena hartanya digabung dengan harta Khadijah dan terus dikembangkan melalui bisnis (perdagangan).
Prof. Aflazul Rahman dalam bukunya Muhammad as a Trader mencatat bahwa Rasulullah SAW sering terlibat dalam perjalanan bisnis ke berbagai negeri seperti Yaman,Oman dan Bahrain. Disebutkan juga bahwa , Rasulullah SAW adalah pebisnis yang jujur dan adil dalam membuat perjanjian bisnis.
Ia tidak pernah membuat para pelanggannya mengeluh. Dia sering menjaga janjinya dan menyerahkan barang-barang yang dipesan dengan tepat waktu. Muhammad SAW pun senantiasa menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar dan integritas yang tinggi dalam berbisnis.
Dengan kata lain, beliau melaksanakan prinsip manajemen bisnis modern yaitu :
• Kepuasan pelanggan (customer satisfaction)
• Pelayanan yang unggul (service exellence): efisiensi, persaingan yang sehat dan kompetitif.
• Kejujuran (Transparasi), dalam menjalankan bisnis, Muhammad SAW selalu melaksanakan prinsip kejujuran
Kejujurannya telah diakui oleh penduduk Makkah sehingga beliau digelari Al Shiddiq. Selain itu, Muhammad SAW juga dikenal sangat teguh memegang kepercayaan (amanah) dan tidak pernah sekali-kali mengkhianati kepercayaan itu. Tidak heran jika beliau juga mendapat julukan Al Amin (Terpercaya).
Beliau mulai mengurangi kegiatan bisnisnya ketika mencapai usia 37 tahun. Kemudian ketika usia 40 tahun beliau lebih banyak terlibat dalam perenungan perbaikan masalah sosial masyarakat sekitarnya yang jahiliyah.
Jika kita perhatian, rentang usia beliau berbisnis selama 25 tahun ternyata lebih lama dibandingkan dengan rentang usia kenabian beliau yang selama 23 tahun. Hal ini tentunya telah membentuk business skill yang sangat penting bagi proses pengambilan hukum perdata dan komersial kelak dikemudian hari.
Mungkin ada sebagian yang berpendapat bahwa pengalaman beliau dalam berbisnis sebagian besar terjadi ketika beliau belum menjadi rasul, sehingga teladan beliau tidak bisa dijadikan sunnah oleh kita.
Pendapat ini akan kehilangan pijakannya seadainya kita menelaah hukum dan sabda Rasul SAW yang berkaitan dengan bisnis dan ekonomi. Sangat jelas sekali bahwa kejelasan Rasul SAW dalam memutuskan masalah bisnis dan ekonomi sangat banyak dipengaruhi oleh kepiawaian dan intuisi bisnis masa mudanya. Oleh karena itu business laws rasul yg sifatnya ijtihadi sangat banyak dipengaruhi oleh pengalaman bisnis masa mudanya.
Dalam buku Beginilah Rasulullah berbisnis (hal.166) oleh Hepi Andi Bastono mengupas secara mendalam “citra” lain seorang Muhammad SAW. Disebutkan bahwa beliau adalah sosok entrepreneur sukses yang sangat dipercaya dan disegani rekan-rekan bisnisnya.
“Beliau adalah seorang yang berhasil dalam bisnisnya tanpa menggunakan cara-cara yang tidak baik. Beliau meyakini bahwa kesuksesan bisnis berkelanjutan hanya dapat dicapai dengan cara-cara sehat,” ungkap penulis.
Keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam berbisnis dilandasi oleh prinsip-prinsip yang kuat. Jika tidak, usahanya akan rapuh dan takkan bertahan lama. Rasulullah SAW tak hanya mengajarkan bagaimana melaksanana ibadah yang baik, tapi juga bagaimana berbisnis yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

III.ETIKA WIRAUSAHA ISLAM

Dari paparan sejarah Rasulullah SAW dalam berwirausaha dapat banyak sekali contoh dan teladan yang seharusnya di terapkan dalam dunia perekonomian dan bisnis dimasa sekarang. Para wirausahawan selayaknya mempelajari petunjuk petunjuk yang sangat gamblang sehingga dapat dipergunakan dalam menjalankan usahanya secara bersih dan bermartabat seperti di contohkan Rasulullah SAW.
Rasulullah kerap memotivasi para sahabat untuk berwirausaha dan mandiri.
“Tidak ada yang lebih baik dari apa yang dimakan seseorang kecuali memakan makanan dari hasil keringatnya…” (HR. Bukhari).
Beberapa sahabat yang berwirausaha dan meneladani pola entrepreneur Rasulullah SAW sehingga meraih kesuksesan dalam usahanya antara lain :
• Abu Bakar As Shidiq, Khalifah pertama dari Khulafaur Rasyidin memiliki usaha dagang pakaian.
• Umar bin Khattab, pemimpin kaum beriman sang penakluk kekaisaran Persia dan Byzantium memiliki usaha dagang Jagung.
• Usman bin Affan, memiliki usaha dagang bahan pakaian.
• Imam Abu Hanifah, memiliki usaha dagang bahan pakaian.
Ketika para pengikut nabi hijrah ke Madinah bersama-sama Nabi, mereka dinasehati oleh Rasul agar berdagang untuk penghidupan mereka. Banyak lagi contoh yang membuktikan bahwa setiap Muhajjir yang saleh telah melakukan berbagai jenis perdagangan untuk memenuhi nafkahnya sehari-hari.

Sangat banyak teladan etika berwirausaha yang diajarkan Rasulullah SAW, di bawah ini diambil dari tulisan Badrudin dalam buku ETIKA Berbisnis (2001: 167-172):
• Kejujuran
Dalam berbisnis tidak boleh menyembunyikan kecacatan barang, karena akan menghilangkan keberkahan.
Dalam tataran ini Rasullah bersabda, ‘Tidak dibenarkan seorang muslim menjual barang yang mempunyai aib, kecuali ia menjelaskan aibnya” (HR Al Quzwani).

• Pencatatan Utang Piutang
Dalam dunia bisnis lazim terjadi pinjam-meminjam. Alquran mengajarkan pencatatan utang piutang yang berguna untuk mengingatkan salah satu phak yang mungkin suatu waktu lupa dan khilaf.
“Hai orang-orang yang beriman, kalau kalian berutang-piutang dengan janji yang ditetapkan waktunya, hendaklah kalian tuliskan. Dan seorang penulis di antara kalian, hendaklah menuliskannya dengan jujur. Janganlah penulis itu enggan menuliskannya, sebagaimana telah diajarkan oleh Allah kepadanya.”
(QS al-Baqarah [2] : 282)

• Orientasi Ta’awun
Pelaku bisnis yang Islami hendaknya tidak hanya mengejar keuntungan sebanyak – banyaknya sebagaimana yang diajarkan bapak ekonomi kapitalis, Adam Smith. Namun sikap ta’awun (menolong orang lain) sebagai implikasi sosial kegiatan bisnisnya. Dengan kata lain dalam berbisnis bukan mencari keuntungan semata namun hendaknya didasari oleh kesadaran-memberi kemudahan bagi orang lain.

• Tidak Sumpah Palsu
Nabi Muhammad sangat intens melarang para pelaku bisnis melakukan sumpah palsu dalam melakukan transaksi bisnisnya. Dalam sebuah hadist riwayat Bukhori, ia bersabda, “Dengan melakukan sumpah palsu, barang-barang memang terjual, tetapi hasilnya tidak berkah.”
Banyak dikalangan pelaku bisnis yang berani melakukan sumpah palsu yang pada gilirannya dia tidak menyadari bahwa hasil jerih payahnya tidak mendapatkan keberkahan.

• Sikap Longgar dan Ramahtamah
Dalam berbisnis hendaknya selalu bersikap ramah tamah dan murah hati terhadap mitra bisnisnya.
Hal itu selaras dengan sabda Rasulullah, “Allah mengasihi orang yang bermurah hati saat menjual, membeli, dan menagih utang” (HR Bukhari).
Kemudian dalam hadits lain, Abu Hurairah memberitakan bahwa Rasulullah bersabda, “Ada seorang pedagang yang mempiutangi orang banyak. Apabila dilihatnya orang yang ditagih itu dalam kesempitan, dia diperintahkan kepada pembantu-pembantunya, ‘Berilah kelonggaran kepadanya, mudah-mudahan Allah memberikan kelapangan kepada kita’. Maka Allah pun memberikan kelapangan kepadanya.” Selain itu, Nabi Muhammad SAW pun mengatakan, “Allah merahmati seseorang yang ramah dan toleran dalam berbisnis” (HR Bukhari dan Tarmizi).

• Tidak menjelekkan bisnis orang lain
Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Janganlah seseorang diantara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain” (HR Muttafaq ‘alaih)

• Jujur dalam takaran dan timbangan
Allah berfirman dalam surah al-Muthafifin (83) ayat 1-3 : “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”

• Islam tidak mengenal persaingan namun sinergi
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa dalam menjalin hubungan dengan mitra bisnis hendaklah saling menguntungkan, atau dengan kata lain dilarang saling bersaing. “Janganlah kamu menjual dengan menyaingi dagangan saudaramu”
(HR Muttafaq ‘alaih).

• Bisnis tidak mengganggu ibadah kepada Allah SWT
firman Allah, “Orang yang tidak dilalaikan oleh bisnis lantaran mengingat Allah, serta dari mendirikan shalat dan membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang hari itu, hati dan pelihatan menjadi goncang.”

• Pembayaran upah sebelum keringat karyawan mengering
Rasulullah bersabda, “ Berilah upah kepada karyawab sebelum kering keringatnya “
( al-Hadist).
Pembayaran upah tidak boleh ditunda-tunda. Pembayaran upah harus sesuai dengan kerja yang dilakukan.

• Tidak memonopoli dalam bisnis
Sistem ekonomi kapitalis melegitimasi monopoli dan ologopoli dalam berbisnis. Contoh sederhana adalah eksploitasi(penguasaan) individu atas hak milik sosial, seperti air udara dan tanah yang terkandung didalamnya.

• Bisnis tidak dalam kondisi berbahaya
Dalam hal ini, seorang pedagang atau pengusaha dilarang berbisnis dalam keadaan yang dapat merugikan dan merusak kehidupan individu dan sosial. Seperti munculnya kekwatiran menjual anggur akan di kelola untuk diolah sebagai minuman keras.

• Berzakat
Setiap pengusaha dianjurkan untuk menghitung dan mengeluarkan zakat barang dagangan setiap tahun sebanyak 2,5% sebagai salah satu cara untuk membersihkan harta yang diperoleh dari hasil usaha.

• Hanya menjual barang yang halal
Jika Allah mengharamkan sesuatu untuk dimakan maka haram pula untuk diperjualbelikan.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan bisnis miras, bangkai, babi dan ‘patung-patung’” (HR Jabir).

• Segera membayar hutang
Rasulullah memuji seorang muslim yang memiliki perhatian serius dalam pelunasan utangnya dengan sabda, “Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling segera membayar hutangnya” (HR Hakim)

• Kelonggaran dalam piutang
Hal ini sebagaimana sabda Nabi SAW, “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan membayar utang atau membebaskannya, Allah akan memberinya naungan di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan, kecuali naungan-Nya” (HR Muslim)

• Larangan riba
Bisnis yang dilaksanakan harus bersih dari unsur riba.
Firman Allah yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman”. (al-Baqarah [2] : 278)

IV.HIKMAH :
TELADAN RASULULLAH SEBAGAI ENTREPRENEUR
Bagi kaum Muslimin, jiwa entrepreneur atau wirausaha harus dikembangkan. Apalagi ketika tingkat kebutuhan tenaga kerja semakin tidak bisa mengimbangi kecepatan jumlah sumber daya manusia (SDM) yang tersedia. Tenaga kerja yang ada jauh lebih banyak daripada kebutuhan. Pemerintah pun menyadari keterbatasannya dalam hal penyediaan lapangan kerja, sehingga meng-kampanye-kan model kewirausahaan kepada masyarakat dengan harapan dapat menolong dirinya sendiri secara ekonomi.
”Berdaganglah kamu, sebab lebih dari sepuluh bagian penghidupan, sembilan diantaranya dihasilkan dari berdagang”.
Rahasia keberhasilan berwirausaha adalah jujur dan adil dalam mengadakan hubungan dagang dengan para pelanggan. Berwirausaha janganlah berorientasi pada keuntungan semata, namun mengedepankan sisi memberi manfaat bagi sesama maka akan menuai barakah dan ridha dari Allah SWT. Dengan berpegang teguh pada prinsip ini, Nabi telah memberi contoh yang terbaik untuk menjadi pedagang yang berhasil. Rasulullah memiliki sifat jujur, integritas, sikap baik dan kemampuan berdagang yang luar biasa.
Bisnis bagi Rasulullah SAW tidak hanya sebatas perputaran uang dan barang, tapi ada yang lebih tinggi dari semua itu, yaitu menjaga kehormatan diri. Dengan kata lain, modal terbesar dari seorang yang menjadi pengusaha sukses, pemimpin sukses, atau ilmuwan sukses dalam disiplin ilmu apapun adalah mengembangkan jiwa entrepreneur sejak awal.
Rasulullah SAW mengadakan transaksi bisnis sama sekali tidak untuk memupuk kekayaan pribadi, tetapi justru untuk membangun kehormatan dan kemuliaan bisnisnya dengan etika yang tinggi dan hasil yang didapat justru untuk didistribusikan ke sebanyak umat. Dan inilah yang menyebabkan kepribadian junjungan kita, Rasullah SAW begitu fenomenal, baik dalam mencari nafkah maupun dalam menafkahkan karunia rizki yang diperolehnya.
Allah dalam Al Quran juga memberikan motivasi untuk berdagang pada ayat berikut:
”Tidak ada dosa atas kamu mendapatkan harta kekayaan dari Tuhanmu” …”Bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah rahmat Allah.” (Qs. Al Jumu’ah: 60).
Semoga kita semua mampu merenungi kejujuran diri, amanah, dan kegigihan dalam menjaga kehormatan harga diri kita selaku umat Islam.
Sebagai penutup, semoga kita umat islam mampu mengaplikasikan nilai-nilai luhur yang di contohkan Rasulullah SAW dan para sahabat ke dalam kejujuran berwirausaha dan menjadi entrepreneur sejati. Wallahua’lam
SUMBER :
1. Sirah Nabawiyah – Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri – penerbit alkautsar -1414H
2. Beginilah Rasulullah Berbisnis- Hepi Andi Bastoni
3. Muhammad as a Trader – Prof. Aflazul Rahman
4. ETIKA Berbisnis – Badrudin (2001: 167-172)
5. http://thetruthislamicreligion.wordpress.com
6. http://www.republika.co.id

 
Tinggalkan Komentar

Posted by pada 15 April 2013 in Seputar diri

 

Kaitkata: , , ,

if I were a president

presiden kartun

Indonesia is the country which is very rich and has potential resources. Natural resources and cultures of Indonesia are very diverse and famous in the world.

Indonesia is the largest archipelago country in the world. Moreover, Indonesia has a great treasure of outstanding marine. But in reality, because it is not managed properly, so Indonesia has a bad image in the world.

If I were a president, I would be a wise leader and be fair leading this country.

I would take more serious actions and would create Indonesia become a better country than before.

I would start from how to make Indonesian become educated. Education and the next generation are very important for a country’s growth.

I would protect the young generation from wrong ways and laziness that would destroy their futures.

If I were a president I would give more budgets for education system. From elementary school to high school education should be free, and higher education should be cheaper. And it were for all school types in Indonesia

Our country has a lot of oil, mines and all of important industries.

But the people of Indonesia cannot get the result more. If I were a leader of this country, I would nationalize all of vital industries or at least,

I would totally revise the contracts. Because Indonesia must have more money to build its nation.

IMF debt should be reduced because it is not useful. It just makes a new problem. And then I would try to reduce the value of unemployment by creating new job fields and open a job training facility for the people who have not special work skills.

If I were a president, I would give death penalty for all corruptors. Prison system will not work for corruptors. Death penalty would scare everyone who does corruption. China’s corruption rate totally decreases because they will shoot dead corruptors. We just should do the same thing.

Lastly, I would move away my presidential office from Jakarta to Depok. Then, I also would rearrange the construction of city building, malls and road widening in Depok.

I would make a good city irrigation and create Depok as a green city where would be filled with thousand shady trees.

But…In fact, I am not a president. I really don’t want to become a president because I am just an housewife and an ordinary woman. It’s enough for me that I could take part for this country if I do some important things.

Perhaps I could start from my little family. I will try to make my children be proudly and meaningful persons for their religion, family and Indonesia with their expertness…

By Dwi Ekarsi Wulandari

 
2 Komentar

Posted by pada 25 Januari 2013 in my paper

 

Kaitkata:

Ketika Cinta Itu Hadir


Kebanyakan pribadi selalu fokus pada apa yang dirasa, apa yang diinginkan dan apa yang diharapkan.”

Seringkali kita lupa bahwa ada pribadi-pribadi lain yang memiliki harapan yang keinginan yang sama.

Benturan akan terjadi ketika muncul adanya ketidaksesuaian, karakter, latarbelakang,pendidikan dll.  Maka bisa jadi bermunculan penyakit-penyakit hati spt prasangka, benci, cemburu , iri hati ….maunya sihh tumbuh cinta :)

Sejak kecil orangtuaku sering mengajarkan berbagai karakter manusia yang baik dan tidak dengan melihat bentuk fisik seseorang. Hal itu melekat diingatanku sampai sekarang, dan sering jadi pedomanku ketika pertamakali bertemu dengan seseorang. Tidak selalu benar sih! tapi terkadang bisa jadi rujukan untukku agar berhati hati dengan orang baru.

Efek negatif untukku adalah kecenderungan memproteksi diriku ketika bertemu dengan ciri ciri yang digambarkan orangtua sebagai karakter yang negatif

Yang ini pasti gak cocok ni sama aku…

Keknya orangnya nyebelin deh…,

Gak asik banget gayanya….. begitu  deh jika aku bertemu pertama kali dengan mereka.

alhasil temanku tidak banyak… cenderung pilih pilih…kadang kepilih…hehe

Bisa jadi ini ada hubungannya dengan kucing, mengapa aku sangat tidak suka. Dan lebih suka dengan anak ayam…kok bisa..? soalnya  dulu di rumah pelihara ayam sampai ratusan ekor…haha

Dan tak ada yang tak mungkin ketika kita mau belajar .

Belajar menerima kelemahan yang lain merupakan salah satu kunci untuk bisa dengan mudah menumbuhkan rasa suka akan sesuatu.

resepnya?

1. Menyingkirkan EGO

2.Menerima kelemahan dan kekurangan (gak gampang banget duehh)

3.berpikir positif (standard tips,,,tapi  manjur…dan susahh..hehe)

4.Menahan diri (jangan mudah terpancing…mentok2 sering2 istigfar dehh))

5. Instrospeksi ( ya iyalah..eitss tunggu…  ini kuncinya lohh)

Orang sering banyak menuntut segala sesuatu, berharap orang suka dengan kita… tapi sering kali lupa… apakah sudah berkaca ….

“Sudahhkah diriku pantas untuk dicintai??”

Coba bandingkan dengan pertanyaan ini :” Mengapa orang tidak suka sama aku ya”

Kira-kira mana yang berefek lebih positif?

Aku tidak rekomen ke anak-anakku untuk kalimat kedua.

Karena  pertanyaan kedua cenderung nyalahin orang.

Dan Susah ya kalo sudah bicara mindset.

Melanjutkan cerita tentang kucingku saja ahhh…

Dari pengalaman dengan kucing…aku bisa menambahkan  point 6 tipsnya yaitu : membiasakan!!…

Setiap hari  mau tidak mau ketika  anak-anak lalai merawat mereka… aku yang turun tangan… awalnya menggerutu ada… kadang teriak2 panik karena dilendotin…

disadari atau tidak, disengaja atau tidak.. rasa suka itu akan tumbuh,,,selama empati dalam diri kita masih tersedia untuk sesama makhluknya…. SETUJUU kan??

Dan hari itu aku merasa kehilangan  ketika salah satu kucing kecil ku tertidur diantara tumpukan baju baju kotor dan dia tidak bisa keluar dari sana… hiks…SEDIHLOHH.

setidaknya .. aku mulai tahu ada benih benih cinta dan empati yang mulai tumbuh…

Dan tidak ada yang tidak mungkin…. :)

Dan untuk kesekian kalinya suami dan anak2ku mengadakan prosesi penguburan untuk kucing di kebun sebelah rumah.

 
2 Komentar

Posted by pada 5 Juni 2012 in Cahaya Hati, Seputar diri

 

Kaitkata: , ,

antara benci dan cinta

Pernah belajar menyukai sesuatu yang kita benci ?

minimal mencoba lah…

 

aku tidak suka dengan  kucing sejak kecil. Tidak pernah berfikir bahwa binatang yang satu ini sangat cantik dan lucu. Jangankan kucing kampung, dengan  kucing yang paling mahal pun aku tidak pernah tertarik

kalau ditanya mengapa? Biasanya dengan cepat aku menjawab, karena binatang yang satu ini terlalu manja, dan sepertinya malas  dan yang pasti  aku paling geli jika sudah mulai mengusap kaki kita, ketika mereka minta makan . duh menyebalkan sekali .Situasi itu  tentu saja kuyakini tidak mungkin bisa dirubah .. sekali tidak suka tetap tidak suka

singkat cerita  sejak kegiatan ku lebih banyak di rumah,  rumah sering menjadi tempat singgah kucing  beranak. Dan karena empati  saja aku akhirnya “”rela”  merawat  anak kucing yang lahir di rumah  seadanya. Itu karena anak anak merengek . Dan situasi ini terjadi tidak hanya satu kali loh.

Lama lama aku berfikir ,ini bagian dari tanda yang Allah berikan . Apa? pertanyaan ini memang  belum menemukan jawaban  saat itu.

Makin lama kucing di sekitar rumah banyak yang harus di rawat deh  Duh duh asli saat itu aku merasa kerepotan dan kadang jengkel … apalagi kalau sudah urusan kotoran mereka ya.. jiahh .. sungguh aku tidak mengerti  serba serbi  soal kucing.Alih alih khodimat   di rumah  bertambah pekerjaan secara aku  paling tidak tahan dengan urusan seperti itu.

Sebulan lalu aku menengok tetangga yang baru melahirkan , kebetulan dia pecinta kucing… begitu masuk rumahnya di depan pintu  berjejer kucing  yang sedang tidur. Macam macam jenisnya. Pertanyaan perihal kucing keluar juga dari mulutku …. (eit sejak kapan ya aku mulai peduli dengan habitat binatang satu ini )  Dan ketika aku ditunjukkan 3 kucing kecil yang baru lahir ,  entah bagaimana ..komentar yang keluar dari mulut kok menunjukkan rasa ketertarikan… ehmm .. sepertinya suamiku  heran ( dia bilang beberapa hari setelah kejadian itu )… alhasil  tetanggaku itu menawarkan 3 anak kucing itu untuk ku pelihara… anehnya lagi aku bilang mau… ckckck…

3 hari kemudian  3 anak kucing itu sudah  berada dirumah …  selanjutnya???

apakah diriku sudah jatuh cinta sama kucing? … ehmmm .. bersambung  aja ya…

.. to be continue …  :)

 

 

 
Tinggalkan Komentar

Posted by pada 1 Juni 2012 in Cahaya Hati

 

Kaitkata: , , ,

Fiqih mawaris

 
10 Komentar

Posted by pada 8 Agustus 2011 in Al-quran

 

Qawaid Fighiyyah

 
3 Komentar

Posted by pada 6 Agustus 2011 in Al-quran

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 287 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: