RSS

belajar berbaik sangka

30 Mar

Tidak biasa , sabtu ini suasana hati sepulang dari dari kantor rasanya suntuk bener… surprise dari penjemput special tidak bisa mengobati rasa penat itu…

Entah karena hari ini tidak bisa mengantar si kecil psikotest untuk masuk SD, entah karena keluhan temen temen yang tadi banyak ku tampung, atau entah karena kerjaan seharian tadi sangat menyita waktu… entahlah.

Ku sempatkan mampir ke toko buku mencari oleh oleh buat si kecil untuk menggantikan rasa sesal dan setidaknya bisa mengobati rasa suntuk.. hmmm.. kok gak mempan… ya ????😦

Tapi Alhamdulillah, sore itu perjalanan lancar, udara cerah tidak hujan lebat seperti kemarin, hujan deras banjir dan maceeeet… hmmm…langganan, tapi tetap semua ada hikmahnya🙂

Saat azhan magrib berkumandang, tepat posisi ada di salah satu masjid favorite untuk singgah…:-D  Yups… setengah perjalanan panjang pulang dari kantor selalu mendapati waktu magrib dijalan , hmmm jadi inget bulan puasa deh😛

…..Alhamdulillah masih bisa berjamaah…:)

Hari itu tumben di ruang shalat khusus wanita lumayan banyak,  shaf depan sudah penuh, maka aku ambil shaf  ke 2 di pojokan…. Setelah menyelesaikan 1 rakaat terakhir yang tertinggal dan shalat sunnah… tiba tiba ada yang mencolek bahuku dari samping kanan.

“ Ibu , maaf, sekali lagi minta maaf ya, saya mau minta tolong!”

“ iya? Ada apa ya bu?,sahut ku pada wanita berkerudung gaul hitam itu, kuperhatikan wajahnya.. sepertinya lebih muda dariku. Terus terang aku perhatikan detail penampilan fisiknya, siapa tau bisa dapat informasi dari sana. Kuperhatikan tas tangan disampingnya, bukan apa-apa! Hanya berusaha mencari info bener gak dia dari luar kota seperti yang dia ceritakan.

“ Saya datang dari jawa kerumah saudara di Lenteng, tapi orangnya tidak ada sedang pergi ke Cirebon, salah saya tidak memberi tahu, hape saya hilang, no telponnya ada di hape, Jadi saya tidak bisa menghubungi mereka. Saya mau pulang tidak bisa, karena tidak bawa uang banyak. Dan sekarang kehabisan uang… begitu celotehnya padaku.

Saat dia bicara itu aku hanya mendengarkan , belum berkomentar apa apa. Sembari merapikan perlengkapan shalat aku mencoba mencerna kalimatnya dan menata hati untuk terus berpikiran positif. Kurasakan suasana hati yang jelek tadi sudah hilang, Alhamdulillah.🙂

Ketika kutengok , rupanya dia beralih berbicara dengan seorang gadis muda, keliatannya masih seorang mahasiswi . Tidak terlalu dengar sih apa yang mereka bicarakan , hanya ketika ku lihat reaksi gadis itu, aku menyakini dia mengutarakan hal yang sama… hmmm.. mukanya tampak bingung..sepertinya karena dia pingin membantu tapi bisa jadi dia tidak banyak bawa uang cash.

Saat itu benar kurasakan pergolakan, rasa percaya kebeneran cerita semakin berkurang, Tapi disisi lain empatiku masih dominan juga… hmmm…;)

Sepertinya raut muka si gadis mahasiswa itu yang membuatku merasa demikian, kami sempat pandang pandangan dan isyarat mata itu mengatakan, : “ kita bantu gak ya?” “Gimana donk!” .. yups situasi yang sulit…😦

“ maaf ya mba, saya tidak bisa membantu” , kata gadis yang santun itu sambil meninggalkan kami berdua saja.

“ Kenapa tidak ditelpon saudaranya, atau menunggu di rumahnya saja, sudah berbicara dengan tetangga saudaranya belum? “ Walau tadi dia sudah menjelaskan , pertanyaan itu kuutarakan juga. Sengaja untuk menyakini runutan ceritanya konsisten atau tidak…(hehehe sok sok an investigasi aja….)😀

Dia menjawab panjang lebar yang intinya semua itu sudah dia lakukan dan tidak bisa…

“ Memangnya ongkos pulang berapa? Dompetmu hilang juga?”

“Tidak tapi uang saya habis, karena tidak banyak yang saya bawa”

“ Boleh liat KTPnya? “Tanyaku lagi

“Saya gak bawa KTP!”… halaah gubrag…!!!! semakin aneh sebenernya.. tapi aku masih bertahan juga… entah nyawa dari mana.. hahaha… Ndak biasanya aku sebawel itu … mungkin karena ini didalam masjid ya… entahlah… hehehe..:-)

‘ Kalo orang pergi jauh apalagi luar kota kan mestinya bawa KTP dong..kalo ketangkep polisi gimana?”

“ Itu dia bu, makanya saya ndak berani minta tolong kepos polisi, karena saya ndak bawa KTP…”…. hmmm semakin ndak ngerti ini orang pandai berkata 2 atau ngomong apa adanya…😦

Tiba2 si gadis tadi muncul lagi, dan memberikan beberapa lembar uang…

“ maaf tidak bisa membantu banyak, smg bermanfaat”..  Hmmm sudah ku duga dia akan melakukan itu.

Ucapan terimakasih dengan rasa haru yang berlebihan  dari wanita ini sebenernya cukup mengganggu ku…

Tapi sudah lah,..

Apapun niatan dia, kesungguhan hatinya, dan kebenaran ceritanya, itu adalah urusannya dengan yang Kuasa, Allah SWT. Hati ini semua milikNYA… biarlah Allah yang menilai…

Kata hati untuk membantu tetap ada insyaAllah iklas mestinya kan diikuti saja, setidaknya dicontohkan oleh gadis itu.. dengan berusaha keras,, bisa jadi dia meminta ke temennya di luar masjid tadi,,, so sweet… and so nice🙂

Setelah kuselesaikan urusanku dengan wanita tadi, kutinggalkan dia didalam sana….

Sebelum menuju ke halaman parkir,,ku sambangi seorang pengurus masjid di ruang penitipan barang…

“ Bapak mohon maaf, didalam ruang shalat khusus wanita,, ada seorang wanita yang sepertinya butuh bantuan.. mohon di cek saja… barang kali memang bener benar membutuhkan dan pihak masjid bisa memberikan solusi…”

Lintasan hatiku sebenernya ingin mengatakan bahwa takut ada modus baru orang dengan menghalalkan segala cara dan bisa mengotori kesucian masjid… nauzhubillah… ini bener bener hanya lintasan hati.. semoga tidak mengotori keiklasanku tadi… ups…

Pernahkah ..ada yang merasakan situasi yang sama… pergolakan itu… ?????

Yang pasti… keluar dari masjid itu,.. hatiku merasa lebih tentram , tidak bête lagi dan tidak suntuk lagi,… setidaknya bisa melihat kenyataan .. bahwa hariku adalah penuh berkah .. kepenatan, kesulitan ,dan masalah yang timbul hari itu tidaklah sesulit yang wanita itu rasakan…

Terlepas dari baik tidak nya cara yang dia lakukan… setidaknya tidak ada orang yang mau merendahkan dirinya kalo memang tidak terpaksa, ya kan??

Ya Allah terimakasih … Engkau memberi banyak hikmah… dan semestinya selalu ku syukuri setiap saat setiap waktu…

Nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan??… lagi….!!!

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 30 Maret 2010 in Seputar diri

 

Tag: , , ,

8 responses to “belajar berbaik sangka

  1. monda

    30 Maret 2010 at 9:20 AM

    trims mbak udah mampir ke tempatku

     
  2. monda

    30 Maret 2010 at 9:26 AM

    serba salah mbak, kita mau berbaik sangka , tetapi kadangkala memang ada aja orang yang memanfaatkan

     
    • dwiewulan

      30 Maret 2010 at 9:34 AM

      iya bener… pada akhirnya memang kita serahkan kepada Allah ya mba…
      tengkuey banget dah bales kunjungannya… aku simpen link nya ya…
      salam

       
  3. Kakaakin

    2 April 2010 at 1:48 AM

    Laporan
    Link udah saya pasang🙂
    Mudah2an bisa terus berteman…

    Dan terus berbaik sangka…🙂

     
    • dwiewulan

      5 April 2010 at 12:19 PM

      Terimakasih ya…:)
      tetap berbaik sangka.. hehehe

       
  4. sunflo

    4 April 2010 at 6:02 AM

    mari kita berbaik sangka tanpa melepaskan kewaspadaan ya jeng… ^^

     
    • dwiewulan

      5 April 2010 at 8:23 AM

      yuuukk mariii !!🙂

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: