RSS

Mendengar dengan hati

19 Okt

P1011550Apa yang diinginkan wanita  dari pria ketika ia mengadukan suatu permasalahan ?

Ahaa !!!… yakin  deh …. banyak pria memikirkan hal ini ….. dan angkat jempol bagi pria yang masih ingin mencari jawabannya….  apalagi yang sudah tahu… wooo…kereen….

Pria sering kali kebingungan dengan tingkah “ aneh “ wanita pasangannya.

Pria sepertinya sering merasa bahwa pasangannya ingin merubah dirinya menjadi orang lain… padahal egonya selalu berkata :

 “ inilah diriku… tidak bisa atau tidak mudah untuk dirubah… mengikuti keinginanmu… “

Sering kali apabila seorang istri curhat atau mengadukan sesuatu permasalahnya pada suami, maka suami dengan percaya dirinya memberikan solusi dengan kata kata hikmah agung, dan nasehat terbaiknya.

Sementara dari pihak wanita , kebanyakan masalah yang dialami adalah merasa bahwa pasangannya tidak mau menjadi pendengar yang baik. Karena sering kali merasa reaksi suaminya , hanya mendengarkan setengah dari curhat, atau adakalanya berpura pura tidak paham, sepertinya suami menilai istrinya berlebihan dalam menyikapi suatu masalah.

Bagi pria apa yang telah dikatakan itu merupakan pemecahan atau solusi yang baik untuk mengatasi suatu masalah wanita. Tapi bila melihat reaksi si wanita yang masih menggerutu atau malah jengkel , Dijamin pria akan tampak tanda tanda keheranan dan bingung.

Mengapa dia mengadu? Mengapa nasehatku tak terpakai? Apa sih yang dia inginkan?…

Biasanya pada fase ini, pria lebih memilih menghindar atau mencari kesibukan lain dari pada meladeni istrinya lagi…

Masalahnya di mana ya??…

Buat para pria , ku kasih bocoran ya…

Sebenernya pada saat itu wanita tidak butuh nasehat,kata kata hikmah atau solusi, karena kalo itu yang keluar dari mulut pria… biasanya si wanita merasa sudah tau… apalagi kalo kata kata hikmahnya kesannya “ basi”’…waaah… bisa tambah bête deh…

Mereka pada saat itu tidak butuh bantuan apapun dari pria. Karena pada saat seperti itu , yang mereka inginkan adalah Pria yang dicintainya mau mendengarkan dan ikut merasakan apa yang dia rasakan. HANYA ITU… swear.. ndak boong…

Wanita tidak mendengarkan ungkapan-ungkapan dukungan karena seringkali merasa yang didengarnya bukanlah merupakan bentuk dukungan tapi terasa justru sebaliknya, maka perempuan tidak hanya akan merasa marah dan sebel . Tetapi nasehat itu terasa membuat jarak , padahal yang di cari adalah kedekatan .

Karena nasehat itu seakan berbunyi, “Kamu orang yang memiliki banyak masalah dan aku memiliki pemecahannya. ” ….

Gubraaaak…!! Maaf ya … begitulah wanita.. he he he….

Masalah lain akan timbul , bila si pria merasa akan dirubah oleh pasangannya…

aku ya kayak gini… inilah aku….. masak disuruh kayak orang lain…’ jeleknya lagi kalo berfikir di banding banding kan… waah refot itu… ( sepertinya hal ini paling tidak disukai pria…. Ya gak siih? Ngaku daaah !!! he he he )

Hmmm….

Ini adalah hal yang sangat fitrah yang memerlukan pemahaman , pengertian dan toleransi antar kedua belah pihak , bila tidak ada penanganan yang bijak tentu akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan, walau masalahnya relative sepele.

Jadi apakah sebenernya mendorong hal tersebut timbul ?

“Kaum laki-laki itu adalah qawwamun (pemimpin) bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian lain, dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka….” (An-nisa: 34)

Dan dilanjut…..

 “Kemudian jika mereka mentaati kalian, maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka.” (An-Nisa’: 34).

“Seandainya aku suruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku suruh seorang istri sujud kepada suaminya.” (HR Abu Daud dan Al-Hakim. At-Tirmidzi meng-shahih-kan hadits mi).

Suami sejatinya adalah kepala rumah tangga yang memimpin dan memecahkan segala permasalahan.

 Kata Dr. Thariq Kamal An-Nu’aimi di buku ” psikolog suami istri” :

“Pria akan berfikir dan menyikapi kejadian sehari-hari dengan pijakan berfikir adanya perlombaan, adanya tantangan, dan memperoleh keuntungan. Yang sering membuat pria bahagia adalah ketika ia merasa menang, tujuannya terwujud dan kemampuannya melakukan sesuatu yang penting dan sukar tanpa meminta saran dan bermusyawarah dengan orang lain diakui orang (wanita). Karena itulah pria terkadang tidak mau menerima kritikan dan nasehat walaupun itu datang dari istrinya. Ia adalah laki-laki yang bisa mengalahkan segala kesulitan tanpa ada nasehat apapun.”

Ketika seorang wanita mengadukan permasalahannya pada suami, maka biasanya pria serta merta  memberikan nasehat dan pemecahan, karena begitulah hakekat yang mereka rasakan sebagai seseorang yang diciptakan memecahkan masalah. Dia merasa itulah wujud cintanya pada sang istri. Padahal sikap ini membuat wanita bisa menjadi kesal dan tidak mau mendengarkan.

Pria harus mengetahui bahwa ketika wanita mengadukan suatu permasalahan, sebenarnya ia sama sekali tidak menginginkan pemecahan. Yang diinginkan dari pria adalah ia ikut merasakan dan ikut berempati. Tindakan pria seperti ini akan membuat wanita senang dan membuat dia merasa semakin dekat dan merasa dicintai

WANITA hanya ingin menyakinkan diri bahwa ketika dirundung masalah, masih ada seorang PRIA yang sangat menCINTAI di sampingnya…. So sweet…..

Jadi maaf ya para pria, …

nasehat dan pemecahan justru akan menjadikan wanita marah dan jauh. Cara yang ihsan dan toleran akan jauh lebih efektif, contoh nya dengan menunjukkan rasa sayang yang lebih pada saat itu, seperti memeluk, ekspresi wajah yang  menyejukkan atau  memberikan hal hal yang disukai wanita.

Yups, itulah hidup….

Rasa empati dalam bentuk kasih sayang, tentu akan lebih menentramkan .

Dan inilah yang dibutuhkan seorang wanita pada saat saat seperti itu…… ayo kita buktikan….

Komunikasi dan keterbukaan yang di balut rasa toleransi & saling menghargai dengan mengesampingkan ego, barangkali bisa menjadi solusi yang tepat..disamping pemahaman fitrah kita sebagi manusia CiptaanNya.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (Ar-Ruum: 21).

Semoga bisa diambil hikmahnya… wallahu’alam bi shawab…..

( dari Qur’an, pengalaman pribadi, survey-survey , curhat-curhat, dan  baca -baca )

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Oktober 2009 in Rumah islami, Seputar diri

 

6 responses to “Mendengar dengan hati

  1. sedjatee

    19 Oktober 2009 at 12:36 AM

    ya begitulah wanita… kadang aneh, tahu-tahu marah tanpa sebab… aneh… posesif, mau menang sendiri dan ingin selalu dianggap paling baik… hehehe… gak semua gitu seh.,. salam sukses…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

     
  2. dwiewulan

    19 Oktober 2009 at 1:10 AM

    yups… yang berpasangan itu kan selalu bertolak belakang … dan perlu di cari keseimbangannya… he he he…
    terimakasih komen nya…
    sukses juga …..

     
  3. dewo

    20 Oktober 2009 at 7:52 PM

    dear Lovely Zawjati, may what u wrote could be our muhasabah to be always together face to the next happy days especially for u as a woman / wife and me as a man / husband who leads our fam,,
    may Allah always unity our hearts to make and reach “mawaddah wa rahmah familiy…” amin…
    thanks for everything you’ve been done for us …
    love u…

     
  4. mama 3S

    25 Oktober 2009 at 1:40 PM

    Yups jeng..keterbukaan kayaknya penting banget, juga jangan lupa..ini pasti dirasakan setiap pria bahwa “mereka tidak suka dibanding-bandingin”..It’s a real me! Katanya!!

     
  5. wulan

    26 Oktober 2009 at 8:44 AM

    ndak suka di banding bandingkan yen ngomong gak papa ya…
    yang parah kalo diam aja.. ngempet… trus golek laine… ya repot…. ha ha ha
    alih2..pasti yang disalahin ..wanitanya…. huuuuu

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: