RSS

Ketika hati ini iri pada Kematian

26 Apr
Ketika hati ini iri pada Kematian

 

Berita kematian tak henti terdengar di telinga entah tetangga, artis atau berita berita di koran yang membicarakan banyak bencana , korban bom atau peperangan di daerah timur tengah yang sangat banyak merengut korban. Atau berita siswa yang baru bunuh diri beberapa waktu yang lalu karena tidak lulus UN padahal dikenal sebagai anak yang berprestasi.

Diantara semua berita kematian itu manakah yang menyentuh hati, menyesakkan dada atau menggetarkan jiwa kita sehingga kita tersadar bahwa kematian itu sangatlah dekat dengan kita.

Tentunya ada, mustinya ada , seharusnya ada…

Jujur…. semua berita diatas belum membuatku sangat bergetar, tersentuh , tersadar dan kemudian ingat bahwa kita memang harus mengingat mati setiap saat…….namun sangat berbeda dengan hari ini….

Entah kenapa …. begitu keringkah ? Wallahualam…

Sejak tadi pagi semua media, jejaring sosial bahkan bbm diramaikan oleh headline yang memberitakan kematian seorang ustadz muda kondang …

Bangetz… sangat menggetarkan hati ….

Apakah karena beliau seorang public figur dakwah , atau kah karena tampak begitu banyak orang yang mencintai dan merasa kehilangan, atau karena cerita cerita kesan baik dari rekan seperjuangannnya sehingga membuatku tersentuh? Atau karena kisah kematian yang mendadak diusia yang relatif muda. Persis seusia ku…. hmm sepertinya bukan itu.

Yang pasti aku bukan fans beratnya… bisa dipastikan aku hampir tidak pernah mendengarkan untaian kalimat dakwahnya, pun lagu-lagu religinya yang bagi begitu banyak orang tentu sangat menyentuh relung hati dan keimanannya. InsyaAllah.

Sejenak terlupakan ketika link informasi itu ku tutup untuk rehat melanjutkan aktifitasku.

Ketika tiba waktunya ku bertemu dengan sang Pencipta, dan lintasan hati itu muncul kembali.

Baru ku tersadar ternyata aku Iri…. sangat iri…. hingga aku menitikkan air mata disetiap sujudku saat itu.

Ya Allah aku iri…. karena harapananku kelak dalam kondisi seperti itu lah yang ku inginkan, ketika Engkau memanggilku…

Ya Allah aku iri… karena dalam pandanganku Engkau memanggilnya begitu cepat karena Engkau begitu mencintainya dan kembali dalam kondisi terbaik dalam pencapaian dakwahnya.

Ya Allah dan aku iri karena aku belum banyak mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Mu

Dan aku iri …..ketika ter sadar bahwa aku belum banyak berbuat dan bermanfaat..

Dan aku iri … karena baru tersadar lagi…

Bahwa kematian itu begitu dekat dengan kita…

Kapan pun… Masya Allah.

 

innalillahi wainna ilaihi rojiun…

Semoga ustadz mendapatkan tempat yang indah di Sisi Allah SWT dan husnul khotimah.

Aamiin

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 April 2013 in Cahaya Hati

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: