RSS

Haruskah putus?

10 Jun

Rasulullah saw bersabda,

 “Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.

 Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya.” (HR Muslim)

belajar memahami hadist ini, jadi ingat sms teman ke hape suami kemarin .

” Maafin aku ya bro, dulu itu aku ndak bisa bantu dia dan ndak ngabari .. bukan apa apa..aku hanya takut kehilangan teman dan saudara ” lagi ” … begitu bunyi smsnya..

” Ada apa dengannya? Kok hari ini dia melo sekali ya…??”

 “ Mungkin dia sedang muhasabah kali… atau sedang ada masalah. Dah bales saja dengan baik-baik. Jangan sampai silaturahim kita terputus juga bukan, seolah olah kita membela teman lainnya ? “

Segitu traumanya kah dia?

Apakah iya , membantu orang akan membuat kehilangan tali silaturahim diantara saudara dan teman. mestikah seperti itu ?

Memang banyak contoh kejadian senada, tapi pertanyaannya kenapa harus putus?

Pihak mana sih yang lebih dulu memutuskan tali itu, yang menolong atau yang ditolong?

Bukankah jika kita semua memahami hadist diatas, tidak akan terjadi bukan… ? Minimal salah satu pihak, memahami essensi ini… hmm

Kadang sedih jika mendengar teman cerita, putus tali silaturahim dengan saudara kandung dengan orang tua , saudara terdekat , dengan sahabat, dan tetangga . Dan semua karena masalah materi, hutang piutang dan warisan. Huff… bener deh…gemes..sampai cenat cenut niih …😦

Bukankah semua itu hanya butuh kelegaan hati dan cari jalan keluar dengan kepala dingin bukan…? Yang pasti komunikasi terjaga , bicara dengan kepala dingin pastinya.

Kenapa mesti menjadi sesuatu yang “ panas” ya? sepertinya orang lupa..siapa sih yang sudah menentukan rejeki . Dan sepertinya masih banyak orang yang kesulitan untuk bisa memahami bahwa setiap interaksi yang terjadi,( semisal ada pihak yang” merasa” dirugikan.) belum tentu itu adalah kerugian. Tapi ada rencana Allah yang lain, dan bagian dari ujian.

Bila kita bersabar dan apalagi bisa mengikhlaskan semua itu, balasan Allah SWT akan lebih indah, bukan?

Atau bisa jadi harta kita memang sedang dibersihkan? Wallahu’alam.

Seberapa mampukah kita menerima ujian seperti itu? Seberapa besarnya cinta kita kepada Allah dibanding harta benda yang dirasa hilang itu. ? Dan apakah akan sebanding dengan energy yang kita keluarkan dengan terus menerus memelihara penyakit hati yang menyertai … buruk sangka, emosi, bakhil, dll… duh duh… MasyaAllah.. bukankah semua itu sangat melelahkan?? Seperti orang yang lupa, bahwa pertolongan itu selalu datangnya dari Allah SWT… Astagfirullah…

Dan bagi pihak yang terhimpit dan memiliki kewajiban… tentu banyak jalan untuk memiliki peluang menyelesaikan masalah. Selain tetap menjaga silaturahim.

Modal utama adalah NIAT. Niat untuk memenuhi kewajiban ! InsyaAllah, Allah SWT selalu akan memberi jalan keluar dari semua kesulitan, cara mencapai kemudahan akan selalu ada didepan mata jika kita pandai “ melihatnya”.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,( Qs. 94 : 5 )

Meringankan beban orang lain, sementara kita butuh diringankan bebannya? Mana bisa????

Tentu saja bisa!! banyak cara loh !! Allah selalu menyajikan peluang itu didepan mata kita.

Meringankan beban orang lain tak selalu harus dengan materi, bukan ? Allah tidak menilai hasilnya, tapi niatannya. InsyaAllah.

Jadi mengapa harus putus silaturahim? … masih mencari jawabannya nii dan masih tetep gemes euyy…🙂

maaf kalo agak emotional… habis dengerin curhat temen nih… tapi ya cuma bisa gemes… hiks
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Juni 2011 in Seputar diri

 

Tag: , , ,

4 responses to “Haruskah putus?

  1. rangtalu

    11 Juni 2011 at 9:55 AM

    mudahkan urusan orang lain, maka Allah akan mudahkan urusanmu

     
    • dwiewulan

      15 Juni 2011 at 3:57 PM

      yups..intinya itu yang ingin kita petik dari apa yg sering kita lihat…
      semoga kita terhindar dari hal2 spt itu ya…🙂 makasih

       
  2. Akhmad Muhaimin Azzet

    13 Juni 2011 at 7:15 AM

    Subhanallah,
    Betapa penting menjaga tali silaturahmi; betapa penting kita bisa berbagi. Alhamdulillah, saya memetik pelajaran penting dari postingan Ukhti ini. Makasih banyak ya. Semoga kita bersama keluarga termasuk orang yang menjaga tali silaturahmi dan bisa berbagi kepada sesama.

    Ohya, ada award untuk Ukhti. Silakan diambil ya…
    http://amazzet.wordpress.com/2011/06/13/alhamdulillah-mendapatkan-award-lagi/

     
    • dwiewulan

      15 Juni 2011 at 3:56 PM

      Sama sama… iya terlalu banyak peristiwa senada disekeliling ..jd perlu merangkum sesuatu agar bisa diambil pelajaran buat kita pribadi..yang seringkali lalai dan bisa jadi pernah melakukan hal yang sama tanpa kita sadari… fitrah.

      btw..aduh apa itu..saya belum pernah menerimanya… terimakasih apresiasinya 🙂

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: