RSS

Hijrahku…

13 Des

Tahun baru hijriah 1432 H…   sudah memasuki hari ke 7 niih… cepat sekali waktu berlalu ya…

Terpikirkah untuk memperingati? Memaknai? Atau menjadikannya sebagai momentum untuk mengawali sesuatu yang baru dan baik?

Ataukah hanya semangat di  hari hari pertama saja??

Bagaimana dengan hari ini? Ehm ehm… semoga tetap istiqomah ya… naik turun itu biasa.. fitrah!!

Hijrah!!… apa sih makna yang sebenernya??

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. …[An Nisaa’ (4): 100]

Ayat ini  yang selalu ku dengungkan  selama berbulan bulan ketika keinginanku untuk mengambil keputusan yang cukup  besar…  yang kuanggap sebagai hijrahku…

Yach … tarik ulur.. banyak pertimbangan… dan berbagai  alasan  yang  melulu masalah duniawi… kenapa harus takut ya?

Bukankah janji Allah sangat jelas di ayat itu??… hmm

Sebelumnya, selama 2 tahun aku harus menahan diri untuk merealisasikannya , bahkan sempat hilang dari benak karena tertutup dengan banyak hal, fuiih..

Namun Alhamdulillah, niatan itu muncul lagi dengan sangat kuat.  Waktu itu  dalam suatu kajian, kalimat ustadzah itu terus terngiang di telinga :

Dalam rumah tangga yang bekerja mau satu atau dua orang rejekinya akan sama saja, karena semua sudah digariskan sejak kita belum lahir …”

Yups .. aku harus meyakini dan membuktikan keyakinan itu…

Dan akhirnya…

Yessss… !! keputusan berani itu ku maknai sebagai momentum  hijrahku  dari wanita pekerja menjadi IBU RUMAH TANGGA …

Bangga nya diriku menyandangnya ….🙂

Banyak temen merasa surprise dengan langkah yang ku ambil ini, tapi mayoritas cukup memberi  inspirasi ke mereka untuk mengambil langkah yang sama, semoga dimudahkan ya sahabat… butuh waktu, butuh proses dan yang terpenting butuh mental dan keyakinan yang kuat….

Walau tak sedikit yang merasa kawatir apakah aku bisa melaluinya, bisa jadi mereka tahu bagaimana karakterku dulu.. hehehe..

Mengapa tidak dari dulu ???  hush tentu saja tidak boleh berkata begitu….

Jadi ingat kembali saat 2 tahun lalu aku pernah melakukannya…

Waktu itu, surat pengunduran diri sudah kulayangkan ke meja personalia… tapi jika Allah punya rencana lain… Keinginan tinggal keinginan  … Niatan  yang sangat menggebu itu, dijawab Allah melalui shalat-shalat  malamku , dan ternyata keputusanku waktu itu hanya emosi sesaat dan jika kulakukan juga saat itu, bisa jadi  diriku pasti tidak akan siap dengan segala efek samping … halah kayak obat keras ajah.. hehe

Dan mengapa keputusan itu aku ambil sekarang?  Ini tentu saja Allah yang menuntunnya.

Langkah ini menjadi sangat terasa ringan , kulalui dengan hati yang  tenang dan penuh keyakinan. Dan, Subhanallah perjalanan waktu selama 2 tahun itu,  ternyata  Allah memberikan banyak bekal, ilmu dan mental  yang kuat sehingga keputusan yang akhirnya terealisasi 5 bulan yang lalu itu , tanpa berlandaskan emosi dan InsyaAllah sudah siap dengan  hal hal baru yang akan menjadi tantangan yang berbeda. Optimis dan penuh harapan tentu saja…

Kenapa kubilang tantangan??

Pasti tidaklah mudah mengawali sesuatu yang baru tanpa pandai melihatnya secara positif bukan?

Bulan terakhir menjelang resign kubuat  deretan daftar program yang akan kulakukan nantinya jika kembali ke rumah… secara  semua itu pasti mudah dilakukan … Cita cita, harapan dan rencana-rencana jangka pendek tertuang disitu…

Tiba waktunya, ehm… bulan pertama  sampai kedua masih  menikmati suasana, memasuki bulan ketiga sampai sekarang …ehm ehm…  aha!!!

Ternyata kok? … loh  kok begini…kok begitu… gubrakkk!!

Hehehe… banyak kenyataan yang membuatku surprise dan banyak sekali yang harus kubenahi.. wowww!!!…

Kalimat-kalimat ajaib itu mulai timbul deh ,

Duh,  ternyata selama ini anakku besar sendiri hanya dengan pembantu!” hiks

“ Ternyata pekerjaan rumah itu gak ada henti-hentinya”

“ Ternyata jadi IRT itu lebih capek daripada pekerja kantoran karena 24 jam nonstop”

Belum lagi aku harus menyesuaikan dengan lingkungan  dan komunitas yang baru kutemui.. sangat butuh waktu untuk menyesuaikan diri…ehm.. dan kurubahlah semua  rencana itu….

Sewaktu masih bekerja ,  aku masih sempet menuliskan banyak hal yang kuperhatikan di jalan , dirumah dan di kantor.. hmm sekarang, ide bersliweran di kepala, tapiiiii….. energy menulisnya.. entah ada dimana.. hiks!

Dulu untuk membaca buku masih sempat kulakukan walau harus di jalan, menikmati macet  atau disela sela istirahat di kantor… hmm sekarang, buku buku baru terpajang dengan rapi masih lengkap dengan plastiknya berderet di rak buku menunggu ku sentuh… hiks lagi deh..

Menyesal????

Tidak lah!!!

Rutinitas baruku  (menurutku ) yang sangat menyita waktu ini, sedang dan akan selalu kunikmati InsyaAllah… karena nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan buku buku yang ku baca, yang bisa jadi akan lupa sebulan kemudian  isinya.

Atau jika  dibandingkan dengan waktu yang terkadang ku buang di kantor hanya dengan menuliskan banyak hal tentang kehidupan  yang belum tentu bisa dinikmati oleh banyak orang… hanya kepuasan batin semata dan mungkin segelintir orang yang membacanya… hmm.. tapi aku masih suka menulis kok … rindunya euyy… semoga  kalo sudah pandai mengatur waktu nanti bisa rutin lagi ya…

Iya  benar, hanya butuh waktu kurasa… Waktu untuk   menyesuaikan diri !!

Semua akan terkalahkan dengan,  nikmatnya ketika setiap kali anak anak selesai menyantap masakanku, kemudian kudengar kalimat si kecil,

“ semuaaa, makanan yang di masak ibu.. enaaaackkk!!!… wiss..gubrakkk duehhh!!

Kehangatan suasana rumah  yang dulu sempat sulit di nikmati dengan alasan kesibukan, kini  dengan mudah bisa kuciptakan…

Lagi lagi inilah peranan ibu menjadi kunci…( idih basi  kali ya… jadi kayak baru jadi ibu ditahun pertama niih… norak bangetzzz… heheh )

“ Nanti kamu akan stress loh, krn kamu bukan tipe orang rumahan “

Kalimat ini yang sering ku dengar dulu , dan membuatku selama 15 tahun  tidak terbersit sedikitpun  berkeinginan untuk menjadi ibu rumah tangga yang sebenernya… wis wis… ternyata… kuncinya hanyalah kedewasaan berfikir…

Terlambatkah??

Ketika  sedang memperhatikan  anak anak, suka berfikir begitu sih… terutama melihat anak sulungku yang sudah remaja, seperti banyak waktu yang terlewatkan… hmm…

Tapi sudahlah….  Semua pasti banyak hikmahnya… dan pasti terbaik buatku dan keluarga.

Berhijrah menuju Cahaya Allah

(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. [Ibrahim (14): 1]

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [Al Baqarah (2): 257]

Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. [Al Ahzab (33): 43]

(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. [Ath Thalaq (65): 11]

Semoga keputusanku   mengikuti syar’i dan kodrat sebagai seorang ibu dan istri akan memberikan  Cahaya  bagi keluarga…

Dan semoga dapat memaknai makna hijrah dengan  semangat baru untuk memulai tahun baru ini dengan nilai-nilai yang lebih baik dari sebelumnya.

Mencoba melihat  cerminan hijrah yang Rosulullah lakukan, sungguh terlihat betapa mereka tidak lagi mendahulukan dunia dalam langkah hidupnya, melainkan malah mengorbankan dunia untuk kepentingan akhirat…. Bisakah??? Harus!!!

Spirit Hijrah  tentunya dalam segala hal, bukan hanya perpindahan secara fisik dari bekerja ke tidak bekerja… tapi harus dimakna dalam segala aspek kehidupan ku kelak, untuk ku pribadi, keluarga dan  InsyaAllah  dalam bermasyarakat.

Bukan pekerja kantoran bukan berarti tidak produktif kan…🙂

Banyak cita cita…

Banyak harapan…

Dan tentunya banyak kesempatan yang lebih baik ada di luar sana…

Yukk kita raih rejeki  dan keberkahan yang Allah tebarkan …

# setelah lama sekali rasanya absen  menulis… mungkin sedikit belepotan ….🙂

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Desember 2010 in Cahaya Hati

 

Tag: , , , ,

3 responses to “Hijrahku…

  1. setitikharapan

    22 Desember 2010 at 4:57 PM

    Subhanallah, semoga hijrahnya mbak wulan selalu dalam ridho dan mendapat keberkahan dari Allah. Selamat Hari ibu mbak wulan.🙂

     
    • dwiewulan

      23 Desember 2010 at 8:10 AM

      amin makasih ya…😉

       
  2. sedjatee

    31 Desember 2010 at 3:29 AM

    tahun berganti… hijrah telah dijalani..
    status baru menjadi ibu rumah tangga dan isteri
    sebuah keputusan yang insyaAllah diberkahi
    semoga meraih berkah dalam status baru dan di tahun yang akan dijalani
    salam sukses..

    sedj

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: