RSS

hati yang terjaga

05 Apr

Mendadak sensi

Heboh kasus markus pajak di berbagai media menjadi sangat menarik untuk disimak. Menarik karena kasus ini termasuk special dibanding kasus korupsi pada umumnya. Biasanya media akan gencar meliput bila kasus yang timbul menyangkut orang besar atau terkenal.

Ini menjadi ramai dibicarakan karena sedikitnya telah melukai sebagian masyarakat yang sedang gencarnya di himbau untuk membayar pajak…. katanya ..🙂 hmmm…

Jadi inget, temen yang bekerja sebagai karyawan menceritakan gimana  serunya mereka ketika mengantri di kantor pajak untuk mengembalikan SPT nya. Hmmm Sedikit ironis… tapi mestinya masyarakat kita sudah cukup dewasa untuk menyikapi hal ini.

Dan menjadi lebih menarik karena si pelaku , mendadak jadi “terkenal” karena ‘ hanya’ seorang PNS yang bergolongan 3A ,tapi punya puluhan milyar di rekeningnya dan bergaya hidup “wah”. Mendadak sang terdakwa menjadi seleb of the Year, dan setelah melihat wajahnya ternyata memang mirip dengan salah satu pelawak yang sedang naik daun ..hehehe.😀

Dan mendadak banyak orang jadi sensi, nama nama yang di sebut terlibat mendadak klarifikasi dan yang biasa klarifikasi mendadak menghilang, ughh…manusia selalu disibukkan dengan pembenaran …😦

Ah tapi disini ndak mau membahas kasus loh, karena sudah pasti ribet dan belum tentu akan tuntas terselesaikan seperti kasus –kasus yang heboh sebelumnya.. menguap.. gak tau kelanjutannya deh.

Sempat  iseng nimbrung di status FB temen yang kebetulan seorang wartawan. Beliau mendapat cerita miris tentang bagaimana praktek-praktek senada terjadi di instansi yang sedang ramai dibicarakan itu. Begitu banyak komentar masuk, dan tentunya beragam ya… yang menarik adalah diantara keprihatinan itu, sebagian besar berempati dengan rekan alumni yang banyak sekali bekerja di instansi terkait

Dan salah satu dari mereka, ada satu rekan yang kebetulan menjadi pegawai disana, yah jadi mengerti,,, betapa beratnya beban mereka2 yang merasa tidak melakukan praktek praktek itu. Klarifikasi salah, diam lebih salah …jadinya.. serba salah … :(  dan pastinya mendadak sensi juga ya… hmmm.

Kurasa menjadi orang asing ditempatnya sendiri , adalah bukan pilihan mudah. Allah memberikan suatu ujian kan banyak hal, bisa dalam bentuk kenikmatan harta , anak dan kedudukan/ jabatan. Dan mempertahankan prinsip dan berusaha untuk tidak ikut dalam kemudaratan yang ada disekitar kita adalah ujian yang sangat berat. Apalagi kalo di lingkungan kita ternyata ada praktek “ korupsi berjamaah” .. hehehe ini kemarin ku dengar salah satu reporter TV berita memberikan ungkapan ini… wah wah… apa kata dunia….!!! Hiks.😦

Kadang ku bertanya pada diri , bagaimana ya kalo kita menjadi salah satu dari mereka, ??? Kesempatan dan godaan yang terus menerus ada didepan mata, ho ho… Apalagi bila ujian itu berupa kenikmatan dunia ..ups.. tapi ini bukan alasan pembenaran ya buat yang sudah terlanjur menikmatinya…. Segeralah istigfar dan mohon ampun pada Allah SWT.

Hati yang terjaga….

Beberapa hari yang lalu , sempat menyimak pernyataan Menkeu tentang kasus ini, yaitu soal budaya ewuh pekewuh yang sulit dihilangkan di dalam kultur birokrasi sehingga tidak mudah melakukan tindakan bila ada indikasi praktek penyimpangan, soalnya para pegawai lebih memilih mendiamkan saja. Rasa rikuh, ndak enak hati. Wah wah kalo bener… pantesan aja ya ?!..hmmm…

Kan repotnya.. dari mendiamkan trus memaklumkan, trus menganggap biasa dan jamak dan pada akhirnya kehilangan etika trus menggurita duehhh…

Tapi apa benar begitu yang terjadi disana,?? Entah ya…soalnya belum pernah jadi PNS si..haha.. Pingin? Kayaknya gak deh….. :-p. Ini tidak bermaksud mengecilkan profesi loh… Buktinya setiap ada program penerimaan PNS.. antriannya puanjaaaaaang bener.. hehehe..

Pernah sih terbersit keinginan bila mengingat irama kerjanya yang relative lebih ringan kalo boleh di dibanding dengan pekerja swasta.. kayaknya enak bener yah….

Jadi, masih mau jadi PNS???… hehehe… gak lah… Allah sudah memberikan porsinya sesuai , pas… cukup …amiiin , Alhamdulillah..🙂 lagian siapa juga yang nawarin… huueek!!!

Sebenernya dimanapun dan apapun pekerjaan, penyimpangan dalam bentuk apapun bisa saja terjadi, semua tergantung mental si pelaku si… hanya saja banyak kok lingkungan baik dan bersih🙂

Jadi pingin Flashback ahhh…

Mengingat pengalaman sebagai pegawai disalah satu bank swasta besar dimasanya, selama 8 tahun, budaya ewuh pekewuh itu sama sekali ndak ada, (kok aku jadi merasa bersyukur banget ya?)… sangat professional baik system maupun HR nya.

Jadi inget di tahun pertama kerja, setiap saat ketemu dengan nasabah secara langsung dan selalu kontak dengan uang cash…setiap hari… tapi karena system dual controlnya berjalan dengan baik, kami tidak ada celah barang seperakpun untuk melakukan hal yang negative.. padahal kalo bicara tehnologi… hi hi hi… manual sekali booo… Walau pernah sih ada kejadian salah satu rekan melakukan kenakalan semacam, tapi ndak akan pernah sampai sebulan umurnya… dijamin ketahuan.. hehehe… tapi ini ditempat kerjaku lo ya… entah ditempat lain…?

Budaya positif yang paling kurasakan adalah kerjasama yang baik… Sampai detik ini aku masih ingat ketika itu aku selisih uang sebesar 2 kali gaji, hiks, dikarenakan kesalahan tehnis.Tapi karena peraturan mengharuskan staff yang berhubungan dengan transaksi tsb harus menanggung sepenuhnya selisih itu. Subhanallah, temen satu bagian saling berempati dengan mencari solusi, meminjam ke koperasi kantor di cicil 12 bulan, ditanggung bersama..so sweet… I love and miss them All…😀

Dan sebaliknya , ketika salah satu teman menerima setoran nasabah dan sudah dibukukan sesuai dengan nilai yang tercantum dislip setoran, ternyata pada akhir hari selisih lebih sampai 10 juta, 15 tahun yang lalu boo… lumayan besar lah ya… tergiur?? Subhanallah.. gak… kami semua dengan besar hati sepakat mengembalikan ke kas negara…eit kas kantor … dengan alasan? Takut akibatnya…!!! Padahal kalo kita kompak satu bagian , pasti ndak ada yg tahu.. halaaah!!!!

Ya Allah , Puji Syukur padaMU yang telah menempatkanku di lingkungan yang sehat dan bersih seperti itu. Semua itu adalah bagian dari nikmatMU… bertahun tahun iman kami teruji… adakah lintasan hati???

Manusia sudah ditakdirkan untuk terus akan di goda oleh nafsu setan yang tidak akan berhenti mengacaukan hati manusia untuk berbuat keburukan… bisikan bisikan itu akan selalu bersliweran tiada henti… Dan Hati yang terjaga dengan iman, rasa takut akan dosa dan akibat, saling mengingatkan apabila ada hal yang mudarat terjadi..kira kira cukupkah untuk menghindar dari niatan buruk??

Tentu!!

Hanya dengan mengingat Allah lah hati kita akan tentram, dengan mengingat Allahlah godaan itu tidak akan pernah tampak sebagai suatu kenikmatan…..

Dan di tempat kerjaku yang kedua ini, rasanya sama.. walau tanpa dual control, tanpa system canggih, tanpa birokrasi yang jlimet,….hanya hati nurani dan keimanan yang menjaga kami… untuk berkata tidak…!!!

Subhanallah…. NikmatMu memang tidak pernah habis, … kami jadi bersyukur takmemiliki kemewahan yang mereka miliki … Karena nikmat iman, hati yang terus terjaga adalah harta melimpah ruah yang tidak bisa dibeli dengan apapun … tetap istiqomah… semoga…amiin.

Al ghuraba…

Alhamdulillah jadi bisa memaknai hadist yang beberapa hari kuintip dari blognya jeng sunflo ( thanks jeng🙂 )…..

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Artinya : Sesungguhnya Islam dimulai dengan keterasingan dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing (Al-Ghuraba) yaitu Orang-orang yang berbuat kebajikan ketika manusia rusak“ (HR. Muslim)

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam memegang pundakku dan bersabda, “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau penyeberang jalan.” Ibnu Umar rodhiallahu ‘anhu berkata, “Jika kamu berada di sore hari, jangan menunggu pagi hari, dan jika engkau di pagi hari janganlah menunggu sore, manfaatkanlah masa sehat sebelum datang masa sakitmu dan saat hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Bukhari)

Ya Allah , Jagalah hati saudara saudara kami yang Engkau tempatkan dilingkungan yang menggoda itu, kami yakin, Engkau Maha Tahu bahwa memang saudara kami memiliki keimanan yang lebih sehingga hatinya akan terus terjaga oleh silaunya nikmat duniawi itu… jadikan mereka sebagai Al ghuraba yang selalu istiqomah di jalanMU… tak terpengaruh dengan silau dunia dan nikmat yang semu … Seperti JanjiMu ,menjadi manusia yang Engkau sayangi adalah kenikmatan yang tak ada habisnya dan tak bisa dibandingkan dengan silau harta dunia…. amiin

Pastinya sulit sekali perjuangannya ya? Benar juga … cobaan terbesar manusia adalah Harta dan anak

Seandainya niih, kita ini berada di posisi mereka… hmmm barangkali belum tentu kuat iman lo ya… dengan disodori iming 2 akan mendapatkan kenikmatan duniawi yang sangat menggiurkan, sementara rambu rambu timbul tenggelam entah kemana, siraman rohani terkalahkan oleh nikmat duniawi…hmmm weleh weleh…. Wis …mbuuh…

Dan akan sangat tinggi derajatnya apabila bisa menjadi seseorang yang mampu untuk memecahkan gunung Es ewuh pekewuh itu… woow…pekerjaan mudah??… Kata Allah kan yang penting ikhtiar dan terus berusaha, perkara hasil?  Itu hak Allah sepenuhnya… semoga  kita bisa menjadi manusia terpilih dan kuat… InsyaAllah.

Rosulullah SAW : Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendaklah ia merubah dengan tangannya. Apabila tidak mampu hendaklah dengan lidahnya(ucapannya) dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itu adalah keimanan yang paling lemah ( HR Muslim)

Dan orang orang yang BERIMAN lelaki & perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi yang sebagian yang lain. Mereka menyuruh(mengerjakan) yang ma’ruf mencegah dari yang mungkar  (qs Attaubah:71)

Untuk teman teman yang menjadi orang asing …..

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 5 April 2010 in Cahaya Hati

 

Tag: , , , ,

10 responses to “hati yang terjaga

  1. munandarsyahrir

    5 April 2010 at 11:18 AM

    Amiiiiiinnnn

    Kunjungi blog ku juga yah

    http://munezchan.wordpress.com/

     
    • dwiewulan

      5 April 2010 at 12:06 PM

      Terima kasih… insyaAllah ku tengok dan ku simpan linknya..🙂

       
  2. sedjatee

    6 April 2010 at 6:03 AM

    sebuah refleksi juga untuk saya..
    terkadang dilematis, ada junior kita yang mendadak hebat melalui jalan instan menjadi kaya..
    naudzubillah, semoga kita dijaga Allah dari perbuatan tercela… salam sukses..

    sedj

     
  3. wulan

    6 April 2010 at 8:15 AM

    yups… ini refleksiku ketika mereka reka… gimana ya bila lingkunganku seperti itu, semoga tidak salah mencernanya…

    salam sukses juga…🙂

     
  4. martias

    7 April 2010 at 12:06 PM

    waoo sangat bagus artikelnya,memang keinginan untuk cepat menjadi kaya dan terkenal sering kali membutakan mata hati manusia, sebaiknya kita syukuri saja apa-apa yang sudah menjadi jatah dan hak milik kita. Ya Allah lindungilah kami dari hati yang membatu bangunkanlah hati kami pada kebenaran dan jauh kanlah kami dari segala sifat yang Engkau murkai amin…

     
    • dwiewulan

      10 April 2010 at 8:27 AM

      siiip… makasih sudah memberi kan apresiasinya…
      salam

       
  5. Kakaakin

    11 April 2010 at 5:38 AM

    Insya Allah terus belajar dan berusaha menjaga hati🙂

     
    • dwiewulan

      12 April 2010 at 4:21 AM

      amiin.. semoga terus terjaga hati kita ya jeng..

       
  6. kartunmania

    14 April 2010 at 11:01 AM

    Bahan renungan yang sangat bagus jeng…
    Trimakasih untuk mau berbagi, n salam kenal..😀

     
    • dwiewulan

      14 April 2010 at 11:07 AM

      terimakasih, sekedar muntahin unek2..he3
      terimakasih sudah berkenan memberikan apresiasinya.. salam kenal juga…
      InsyaAllah saya ikutan ngintip dan keep linknya…🙂

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: