RSS

Keutamaan Membaca Al-Quran

18 Mar

" beautifull "

" Indah "

Keutamaan membaca Al quran

Berikut dikutip dari Kitab Riyadhus- Shalihin buku II

988. Dari Abu Umamah r.a., katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Bacalah olehmu semua akan al-Quran itu, sebab al-Quran itu akan datang pada hari kiamat sebagai sesuatu yang dapat memberikan syafaat – yakni pertolongan – kepada orang-orang yang mempunyainya.”

(Riwayat Muslim)

Maksudnya mempunyainya ialah membaca al-Quran yang di-lakukan dengan mengingat-ingat makna dan kandungannya lalu mengamalkan isinya, mana-mana yang merupakan perintah dilaku-kan dan yang merupakan larangan dijauhi.

989. Dari an-Nawwas bin Sam’an r.a., katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Al-Quran itu akan didatangkan pada hari kiamat nanti, demi-kian pula ahli-ahli al-Quran yaitu orang-orang yang mengamalkan al-Quran itu di dunia, didahului oleh surat al-Baqarah dan surat ali-lmran. Kedua surat ini menjadi hujah untuk keselamatan orang yang mempunyainya-yakni membaca, memikirkan dan mengamalkan.

(Riwayat Muslim)

990. Dari Usman bin Affan r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Sebaik-baik engkau semua ialah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya pula.”

(Riwayat Bukhari)

991. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Orang yang membaca al-Quran dan ia sudah mahir dengan bacaannya itu, maka ia adalah beserta para malaikat utusan Allah yang mulia lagi sangat berbakti, sedang orang yang membacanya al-Quran dan ia berbolak-balik dalam bacaannya-yakni tidak lancar – juga merasa kesukaran di waktu membacanya itu, maka ia dapat memperoleh dua pahala.”

(Muttafaq ‘alaih)

992. Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Perumpamaan orang mu’min yang suka membaca al-Quran ialah seperti buah jeruk utrujah, baunya enak dan rasanyapun enak dan perumpamaan orang mu’min yang tidak suka membaca al-Quran ialah seperti buah kurma, tidak ada baunya, tetapi rasanya manis. Adapun perumpamaan orang munafik yang suka membaca al-Quran ialah seperti minyak harum, baunya enak sedang rasanya pahit dan perumpamaan orang munafik yang tidak suka membaca al-Quran ialah seperti rumput hanzhalah, tidak ada baunya dan rasanyapun pahit.”

(Muttafaq ‘alaih)

993. Dari Umar bin al-Khaththab r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda:

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat beberapa kaum dengan adanya kitab al-Quran ini – yakni orang-orang yang beriman – serta menurunkan derajatnya kaum yang Iain-Iain dengan sebab al-Quran itu pula – yakni yang menghalang-halangi pesatnya Islam dan tersebarnya ajaran-ajaran al-Quran itu.”

(Riwayat Muslim)

994. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya:

“Tidak dihalalkanlah dengki itu, melainkan terhadap dua macam orang, yaitu: Orang yang diberi kepandaian oleh Allah dalam hal al-Quran, lalu ia berdiri dengan al-Quran itu – yakni membaca sambil memikirkan dan juga mengamalkannya – di waktu malam dan waktu siang, juga seorang yang dikaruniai oleh Allah akan harta lalu ia menafkahkannya di waktu malam dan siang – untuk kebaikan.”

(Muttafaq ‘alaih)

995. Dari al-Bara’ bin ‘Azib r.a., katanya: “Ada seorang lelaki membaca surat al-Kahfi dan ia mempunyai seekor kuda yang diikat dengan dua utas tali, kemudian tampaklah awan menutupinya. Awan tadi mendekat dan kuda itu lari dari awan tersebut. Setelah pagi menjelma, orang itu mendatangi Nabi s.a.w. menyebutkan apa yang terjadi atas dirinya itu. Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Itu adalah sakinah* – ketenangan yang disertai oleh malaikat – yang turun untuk mendengarkan bacaan al-Quran itu.”

(Muttafaq ‘alaih)

Dalam Hadisnya Zaid bin Tsabit r.a., katanya: “Saya berada di samping Rasulullah s.a.w., lalu beliau dilutupi oleh sakinah.” Yang dimaksudkan ialah ketenangan ketika ada wahyu turun pada beliau. Di antaranya lagi ialah Hadisnya Ibnu Mas’ud r.a.: “Tidak jauh bahwa sakinah itu terucapkan pada lisannya Umar r.a.” Ada yang mengatakan bahwa sakinah ialah kedamaian dan ada yang mengatakan kerahmatan.

996. Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Barangsiapa yang membaca sebuah huruf dari kitabullah -yakni al-Quran, maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu. Saya tidak mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

997. Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya orang yang dalam hatinya tidak ada sesuatu apapun dari al-Quran – yakni tidak ada sedikitpun dari ayat-ayat al-Quran yang dihafalnya, maka ia adalah sebagai rumah yang musnah – sunyi dari perkakas.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

998. Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Dikatakanlah – nanti ketika akan masuk syurga – kepada orang yang mempunyai al-Quran – yakni gemar membaca, mengingat-ingat kandungannya serta mengamalkan isinya: “Bacalah dan naiklah derajatmu – dalam syurga – serta tartilkanlah – yakni membaca perlahan-lahan – sebagaimana engkau mentartilkannya dulu ketika di dunia, sebab sesungguhnya tempat kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca,” maksudnya kalau membaca seluruhnya adalah tertinggi kedudukannya dan kalau tidak, tentulah di bawahnya itu menurut kadar banyak sedikitnya bacaan.

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Maret 2010 in Al-quran

 

6 responses to “Keutamaan Membaca Al-Quran

  1. AL

    18 Maret 2010 at 1:35 PM

    SALAM KENAL

     
    • dwiewulan

      18 Maret 2010 at 1:38 PM

      sama2 salam kenal juga…

       
  2. Widi Adiana

    20 Maret 2010 at 3:42 AM

    Salam kenal ya…
    Artikel yang bagus karna bisa mengingatkan semua pembacanya…
    Yang lebih utama dari Al-Quran adalah pengamalannya… tapi yang jelas membacanya juga perlu… Gimana bisa mengamalkan kalo ga mau baca… hehehehe….

     
    • dwiewulan

      22 Maret 2010 at 8:24 AM

      yup… baca dan tadabur… terus menerus
      makasih dah ngintip.. hehe

       
  3. sedjatee

    22 Maret 2010 at 2:40 AM

    Semoga sehat selalu Bu…
    Ada kuis Bu.., disini
    http://sedjatee.wordpress.com/2010/03/22/kuis-sahabat-sejati/
    Saya tunggu partisipasinya Bu…
    Terima kasih and sukses selalu..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

     
    • dwiewulan

      22 Maret 2010 at 8:26 AM

      InsyaAllah saya ikutan.. tapi mesti lama niih…
      secara soalnya susah… mesti baca dulu artikel selama setahuuun… hiks…

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: