RSS

Kering Hati

10 Feb

" Keep Warm & Green "

" Teduh, hangat dan hijau "

“ Kemarin aku  liat motivator terkenal yang sering muncul di TV tiap minggu itu di sebuah mall “

“Cukup lama,dan  sepanjang jalan dia mesra sekali bergandengan tangan terus dengan istrinya “

“ Hebat ya, dah seumur segitu masih mesra aja… “

Itu obrolan yang ku  dengar di pantry kantor ketika aku makan siang  bersama temen temen

Tadinya aku tetap asik makan , tidak ikutan dalam  obrolan itu…

Tapi, 

“ Walah , pak, ndak usah  jauh jauh, kalo hanya gandengan tangan  ditempat umum, aku sama suami juga selalu begitu… hi hi hi… ndak aneh ahh… “..(comel dehh…🙂 )

Ups… skak mat…..!

maap ya.. ndak ada maksud,  hanya spontan….😀

“ Karena  sudah menjadi kebiasaan….ya memang begitu kalo kami  berjalan berdua… reflek.”

“ iya soalnya kalo  kami gandengan ato mesra gitu, anakku yang pertama selalu berusaha memisahkan, kayak cemburu gitu, keterusan deh sampe sekarang,” sahut si bapak klarifikasi

Berlanjut deh membahas , Alhamdulillah suasana cair dan semakin seru dengan cletukan dan timpalan  dari temen- temen yang lain.

Aku jadi inget kembali saran temen satu kost ku dulu, ketika aku mulai bekerja  dan belum menikah. Kebetulan  dia satu satunya yang sudah menikah ,  mesti kost dan berpisah dengan suami  karena  tugas dinas selama beberapa tahun .

“ Nanti kalo sudah punya suami, ciptakan kebiasan yang menunjukkan keterikatan dengan pasangan yang rutin dilakukan tiap hari,  jadi kalo suatu ketika berantem , Gak akan lebih sehari deh diem diemannya, soalnya kebiasaan itu akan  menyatukan  lagi, karena harus di lakukan, kalo gak pasti merasa kurang…  “

Itu sudah lama sekali, bahkan nama beliaupun aku dah lupa. Tapi aku selalu inget nasehat itu… Cukup  membantu dan bermanfaat.

Kalo masalah caranya kan itu kreativitas masing masing lah ya…misalnya, tiap mau berangkat kerja mesti cium kening istri…. Lah kalo marah mau gak mau mesti melakukan juga…  :-D

Itu  hanyalah salah satu kiat yang bisa dilakukan oleh siapapun…

 

Namun  sering kali kendala kecemburuan anak , seperti ungkapan temen kantorku tadi   menjadi  hal yang dimaklumkan. Tanpa ada solusi, atau mencari alternative lain dan di biarkan. Sampai terkadang berlanjut ke  anak berikutnya yang menuntut perhatian yang sama dari ibunya…😦

Duuh, jadi  terlanjur kering  deeh … dan kehangatan itu menjadi hilang ….tanpa disadari…

Kesibukan,  rutinitas rumah tangga, tanggungjawab  suami dan  istri yang harus di penuhi sehari hari, tuntutan ekonomi, atau  kesibukan diluar sana yang sungguh menyita waktu, sehingga membuat kekeringan itu semakin memuncak, sehingga kalo dibiarkan dan tak pernah disirami dengan kehangatan ..hmmm.. entahlah apa yang  terjadi…

Hal hal kecil bisa  menjadi cikal bakal picuan suatu masalah yang seharusnya tidak perlu timbul dalam suatu hubungan, apalagi kalo masing2 telah melupakan sifat2 positif yang dimiliki pasangan.. akan memperunyam dan menambahkan suasana skeptis yang sejatinya adalah indicator dari telah hilangnya “sense of belovings” diantara keduanya…naudzubilah

Adalah  bohong , jika  ada yang bilang tidak pernah mengalami situasi seperti  itu … ( kok jadi rada skeptik.. J ).Menurutku sih yang membedakan adalah kadar dan kwalitas penanganannya aja..ada yang membiarkan dan ada yang cepat sadar . Usia  perkawinan berpengaruh juga dengan  kondisi hubungan.

Pernah mendengar dari salah seorang  motivator dalam sebuah seminar  yang menyatakan perkawinan itu ada fase nya, yaitu , fase Ta’aruf atau perkenalan, adaptasi, prestasi dan pencerahan… dan masing masing di perkirakan selama 10 tahun… woow.. bayangkan kenalan aja butuh 10 tahun dimana kita akan bener bener paham siapa sih pasangan kita…

yaah karena sudah melewatinya selama 15 tahun…  kurasa pendapat itu  bisa menjadi acuan, walaupun masalah rentang waktunya relative , tergantung sikon dan kedewasaan.. fase itu bisa saja lebih lama bahkan ada yang tidak bisa mencapai  satu fase pun… ups!

Jadi tetap kata kunci adalah komunikasi dan keterbukaan; mau mu dan mauku apa?

Tanpa itu, yang ada justru  terkadang orang bisa lebih terbuka terhadap orang lain dengan curhat curhatnya, sementara kalo dirumah justru sepertinya baik baik saja ,ndak ada keluhan  dan tidak ada masalah … tapi memendam rasa …. jiahhh… bahaya tuuh!!

Pasangan yang tidak pernah berantem , adem ayem  tapi miskin komunikasi terkadang malah  lebih  rentan.  Sesuatu yang negative  kalo di biarkan menumpuk dan terus terakumulasi tanpa ada penyelesaian karena  ditambah dengan problem problem lain, laksana seperti sebuah penyakit kanker, menggerogoti dan akan terasa setelah sudah parah dan hanya tunggu pemicunya untuk meledak… iiihh jangan   deh ya…

Kemarin ku baca sebuah  artikel dari salah satu ustadz terkenal , yang materinya berhubungan dengan membina keluar harmonis. Beliau memberi  10 tips  bagaimana sih agar  pasangan bisa tetap hangat,

  1.  Saling memberi  hadiah
  2.  Meluangkan waktu untuk bercengkrama
  3. Selalu berwajah cerah
  4. Memberikan penghormatan dengan hangat terhadap pasangan
  5. Saling memuji
  6.  Bersama melakukan tugas ringan rumah tangga
  7. Mengucapkan kalimat yang menyenangkan dalam berkomunikasi
  8. Berekreasi berdua tanpa anak
  9. Saling menghargai antar pasangan
  10. Komunikasi

Tips diatas  setidaknya memberikan gambaran gimana kita  bisa mengelola sebuah hubungan dengan pasangan lebih baik, masalah tehnik dan cara , tergantung kreatifitas.

Menurutku mengapa komunikasi diletakkan  di urutan paling bawah,  karena   itulah intisari dari semua nya, tanpa komunikasi yang baik, terbuka dan saling menghargai pendapat, sudah pasti tidak akan mampu  menciptakan kehangatan . Bagaimana mau saling memuji, respek dan bekerjasama dengan baik  kalo komunikasi  tidak lancar alias gagu.. kayak hape ndak pernah ada pulsanya.. hehehhe ???

Iya jadi konek deh, ngomong in soal   kemajuan tehnologi dalam berkomunikasi,  bisa juga loh dijadikan sarana komunikasi  untuk  menjaga dari kekeringan hati….

Kesibukan dalam berkarya , menuntut ilmu dan mencari nafkah  yang sangat menyita hingga sedikit waktu yang bisa diberikan untuk keluarga, bukan berarti komunikasi menjadi putus kan…???

 Sekedar sapaan, kalimat penyejuk  hati  , pertanyaan yang menyentuh, bisa mengobati rasa kwatir , gundah atau apalah yang bisa timbul sewaktu waktu. Bisa via email, sms ato telepon yang dengan mudah dan murahnya … ada yang gratis malah… J

Intinya ndak ada penghalang   untuk berkomunikasi  dalam menyatakan apa yang dirasa dihati, tinggal mau atau tidak !!!, walau pahit tapi  bisa menyelesaikan  masalah, why not !!!

Dari pada diam , tapi punya niatan untuk mencari…. Yang lebih hijau  misalnya … wah wah wah…  milih ndak  komentar daahh… hehehehe

Jangan pernah berfikir bahwa dengan timbulnya masalah , kita tidak turut berperan didalamnya.

Semoga kehangatan itu masih ada….. 

“ special untuk yang masih ingin melihat sisi positif dari pasangannya.”

 

Note .

Tentang Empati :

Rasulullah bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukminin antara satu dengan yang lainnya itu seperti satu tubuh. Apabila ada satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain pun ikut merasakannya sebagai orang yang tidak dapat tidur dan orang yang terkena penyakit demam”.

Be A good Hubby :
 

 

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap isteri-isteri kalian”.[Diriwayatkan oleh Tirmidzi].

Untuk semua :

 

sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Sedikitpun janganlah engkau menganggap remeh perbuatan baik, meskipun ketika berjumpa dengan saudaramu engkau menampakkan wajah ceria”.[HR Muslim]

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Februari 2010 in Seputar diri

 

4 responses to “Kering Hati

  1. sedjatee

    11 Februari 2010 at 4:30 AM

    ustadz terkenal yang memberi 10 tips itu, kini lebih muantaps lagi, menggandengnya di kiri dan kanan, hehehehe… mengamalkan sunnah katanya… salam sukses…

    sedj

     
  2. wulan

    11 Februari 2010 at 5:02 AM

    hi hi hi… brarti beliau dah sukses dengan 1 dan berniat naik kelas lagi….

    wis ndak papa lah…. kalo memang sanggup adil dan istri istrinya ridho..la yo monggo…

    salam sukses juga…🙂

     
  3. sunflo

    11 Februari 2010 at 11:02 AM

    yup…. setuju, mantaabbbzz tips n infonya…. ^^

     
    • dwiewulan

      11 Februari 2010 at 11:16 AM

      hiiii

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: