RSS

Hidayah yang Hilang?

05 Feb

" menggapai hidayah"

"menggapai hidayah"

 

 

 

” Mbak dah tau belum kalo bu ani ( bukan nama sebenernya) , sudah tidak pakai kerudung lagi….??

” Masak si bu? belum tuh! Ibu tau dari mana?”  balasku

” Liat aja foto foto yang ada di Wall FB nya…”

Gak terlalu penasaran sih.. tapi aku liat juga..( huuu ..ngeles dueh )…

Yaah.. mungkin sedang di uji kali bu… jawabku lagi…

Itu obrolan via chat beberapa waktu yang lalu dengan ibu dewi salah satu kenalan baikku….Cukup disitu, selanjutnya kami  meneruskan obrolan seputar kerjaan dan anak.

Setelah itu ndak terlalu ku pikir , satu karena aku ndak terlalu deket dengan bu ani secara emotional, kedua tidak ada momen yang memungkinkanku untuk mempertanyakannya…

Kemarin, telepon dari  ibu nina (nama  masih disamarin jg ) tiba- tiba masuk , awalnya sekedar silaturahim nanya kabar …. Karena beliau memang senang bercerita banyak… jadi banyak deh yang kita bahas, dari soal anak, kerjaan, objekan, dll… seru sih… setidaknya nambah informasi dan mengetahuan juga…

Entah siapa yang mulai.. pembicaraan jadi beralih ke seputar bu ani dan dewi…

Ternyata ibu ani curhat ke bu nina, kalo beliau tidak suka dan keberatan dengan sindiran dan teguran mengenai jilbab yang sudah tidak beliau kenakan lagi….

Dari ceritanya sih.. ibu dewi menyampaikannya dengan halus dan ilustrasi yang baik… tanpa bermaksud menyinggung… sementara bu ani tidak complain langsung tapi menceritakan ke ibu nina rasa tidak sukanya….

Duuuh, …Alhamdulillah , ternyata bukan aku yang punya inisiatif itu…. Jadi ikut deg degan deh dengernya… hiks

Hal yang sangat prinsip memang kalo sudah kena ke ego seseorang… bisa membuat seseorang tidak arif lagi menyikapi niatan baik orang…

Dan ibroh yang bisa kita ambil dari kasus ini adalah Niat baik memang tidak selalu berujung membawa kebaikan… terkadang malah jadi boomerang…

Paling tidak harus mempertimbangkan  cara , waktu dan manfaat nya…. suwer dehhh…

Yah, hanya bisa berdoa…semoga silaturahim diantara mereka jadi tidak terputus…

Duh jadi inget gimana dulu kita semua selalu bekerja sama untuk mensukseskan berbagai even yang anak anak ikutin… bahu membahu, kehebohan persiapan membuat kita semakin akrab dari hari ke hari… akan kah hanya karena niatan baik??

Hmm…. Semoga tidak sejauh itu ya…. Kita harus tetap berbaik sangka…

Sebenernya , agak gatel sih pingin nyampein keberatannya ibu ani ke bu dewi.. tapi apakah itu merupakan solusi… ? aduh gimana donk…??

Kalo didiemin .. nanti bu dewi ndak tau kalo sebenernya bu ani ndak terima…

Nanti semakin gencar beliau memberikan nasehat- nasehatnya via email.. yang jelas tidak disukai…. Wah wah wah ….

Ribetnya berurusan sama ibu ibu yah..( emang kamu bukan ibu ibu..?? hahahaha)

Dalam situasi seperti itu , setidaknya ingin menjadi orang yang netral tidak terkesan memihak…. Walau jujur aku lebih respek dengan salah satu dari mereka…

Tapi harus diakui, lebih enak menyampaikan sesuatu itu kepada orang yang bener bener tidak tau agar menjadi mengerti, dibanding menyampaikannya pada orang yang merasa lebih mengerti dan merasa sudah mengerti..

Nyerah deh…… kalo anak kecil bisa kita paksa yah… tapi ini urusannya kan masing masing, dah sama sama dewasa dan .. . cukup mengingatkan… selanjutnya … terserah anda.. hehehe

Ada pengalamanku mempertanyaan kasus yang sama dengan salah satu rekanku… Dulu kami hampir bersamaan saat pertama kali mengenakan hijab. Terakhir beliau  sudah mengenakan hijabnya cukup sempurna menurut syariah. Tapi sayangnya, telah ditanggalkannya dengan alasan sangat ironis… menurutku… hiks

Kenapa ? yah , mengingat justru hal ini dilakukannya setelah beliau meraih gelar S2, psikolog  lagi… hmmm… (speechless bangeet deeh 😦 )

Karena aku cukup dekat dengan beliau , makanya dengan cueknya kutanyakan alasan dan mencoba memahami  situasinya saat itu…

Awalnya dia malu dengan diriku… belum sempet ku tanya.. dia sudah menyerocos menyampaikan berbagai argument yang dia harap aku bisa memahami keputusannya… trus dia minta aku memberikan berbagai dalil agar dia bisa kembali meyakini.. bahwa hal itu WAJIB!!

Ku berikan beberapa artikel dan argument… tapi…….

( Semoga Allah berkenan memberikan hidayahNya kembali untuk nya…. )

Kesimpulanku …

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”(QS Al-Qoshosh:56)

Ternyata kemampuan berpikir, intelegensi , pendidikan tinggi tidak menjamin bahwa orang akan lebih arif dalam menyikapi hidup….

Ukuran kedewasaan tidak bisa dilihat seberapa banyak pengalaman, seberapa banyak ilmu yang diraih, seberapa tinggi derajat orang dimata manusia…. Tapi , campur tangan Allah SWT tidak boleh kita lupakan ya… kalo sudah kun fayakun… kita bisa apa…?? uuughh!!!

Hanya karena kekecewaan terhadap seorang manusia, ternyata mampu mengalahkan akidah yang seharusnya tetap di pegang teguh….

Hmmm… hawa nafsu… memang juaranya…. Hehehe…

Musuh terbesar yang jika kita lengah sedikit, akan membuat girang syetan yang ada disekeliling kita…. fuiih…Na’uzhubillah…. Semoga kita selalu bisa melawan, dan membangun benteng yang kokoh… sehingga tidak pernah dan tidak akan KALAH..!!!

Dan hanya kepada Allah lah kita terus berlindung… sehingga petunjukNYa, HidayahNya.. tidak akan pernah lepas … Amiin….

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab: 36)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Februari 2010 in Seputar diri

 

2 responses to “Hidayah yang Hilang?

  1. sunflo

    11 Februari 2010 at 10:56 AM

    wah ga ke sini beberapa hari udah ketinggalan 3 postingan niee….
    komen aaah:
    Ya Allah… semoga kita senantiasa bisa sabar dan istiqamah di atas hidayahNya hingga akhir hayat ya jeng…😦 betapa semakin berlalunya masa dan berkembangnya keadaan, memegang hidayah itu seperti memegang bara api..

     
  2. dwiewulan

    11 Februari 2010 at 11:22 AM

    amiiinnn…
    tul… karena Allah lah yang membolak balikkan hati kita…
    sehingga kita teruji,,, tuk terus naik tingkat… hingga sampai tujuan akhir… InsyaAllah….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: