RSS

Mencari Hidayah

01 Feb

" shaff "

Kapan mulai pake hijab???…

Hehehe…   beberapa waktu yang lalu ada salah satu sahabat yang bertanya begitu…. Lagiiii…!!!

Pertanyaan yang sering disampaikan.. hanya  dah lama ndak ditanya gitu lagi euyyy… tapi kali ini jadi seperti diingatkan… kapan ya? Mulai pingin, mulai pakai, dapat hidayahnya kapan dan bagaimana prosesnya….

Jadi pingin flashback duehh…. hiii

Perjalanan spiritual  untuk menjadi seorang muslim sejati  bagi setiap umat yang mengaku  islam tentunya berbeda. Tentu  semua orang punya pilihan  dan memiliki  momen spiritual yang indah dan tak terlupakan…. Walau terkadang ada yang  pahit….

Yang pasti  perjalanan hidup  kita sudah tertulis dengan jelas  atas kehendak Allah SWT, kewajiban kita adalah  bagaimana menyikapi pengalaman  hidup itu  agar menjadi  hal yang positif bagi pembentukan pribadi  masing masing.

Kenapa bisa menjadi seperti sekarang? kenapa  tidak mudah   menjadi  muslim yang baik, kenapa sulit  menjadi orang  yang sabar, ikhlas,tawadhu’, dll …

Pertanyaan   seperti itu tentunya lebih bijak  daripada kita merasa sudah mampu dan menguasai beberapa ilmu agama yang telah di bekali sejak dari kecil saja, yang terpenting kan bagaimana kita bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari hari.

Mengingat obrolan dengan seorang sahabat beberapa waktu yang lalu, ketika beliau dengan gamblang mengelompokkan muslim secara umum dengan 2 kriteria : muslim traditio genetic dan  muslim hasil explorasi…

hmm cukup menggelitikku  untuk muhasabah… kelompok yang manakah diriku?? Hehehe…

Keduanya pasti ada plus minus  terutama  dilihat dari hasil akhir, yang genetic  bisa jadi  pada akhirnya akan menemukan  kebenaran hakiki, dan   yang hasil explorasi bisa jadi menemukan sesuatu yang tidak benar…  semua berpulang pada yang Maha Berkehendak, jalan hidup  tiap manusia jelas sudah tertulis jauh sebelum kita terlahir.

Hmmm….Semoga  Allah  tetap memberi  karunia hidayah yang tak pernah putus  bagi kita ..amiin…

 Sering  ngobrol secara pribadi dengan salah satu temen yang kebetulan  non muslim sering membuatku ingat bagaimana  perjalanan spiritualku waktu kecil…  beliau sering bertanya: kok mba tau sih soal itu , soal ini…. Kok kita nyambung yah kalo ngomong, enak deh kalo diskusi sama mba..… embuuh! Hehehe…

Sejak belum masuk sekolah, karena kerepotannya ibu mengurus rumah, tiap minggu pagi aku di kirim ke kapel  yang kebetulan persis berada di samping rumah . Aku yakin pemikirin ibuku waktu itu simple.. supaya aku bisa belajar nyanyi, didongengin cerita-cerita  , pulang bawa kue atau hadiah dan  pekerjaan rumah beliau selesai. Tiap pulang aku selalu mendapat buku bacaan cerita spiritual  yang sampai sekarang isinya masih ku ingat… gimana tidak… karena tiap hari ku ulang –ulang  bacanya,,, hehehe

Belum lagi lagu lagunya  yang tidak usah berangkat pun tiap hari selalu  terdengar  dari rumah.  

Ditambah  lagi tiap bulan desember..ibuku selalu jadi panitia perayaan hari  besar itu, seingetku  jadi MC, aku suka bantu bantu memasang  hiasan lampu  di pohon plastic itu … entahlah …yang pasti waktu itu kehidupan beragama di lingkunganku sangatlah toleran. 

Disela – sela itu  ibu juga mengirimku untuk belajar ngaji, tapi karena pertama kali masuk  langsung dikasih tugas   menghafal , sementara temen yang lain sudah jago.. aku banyak bolos nya…dan itu di biarkan…

Ditambah lagi, saat itu aku lebih interes mengikuti les tari dan menggambar … ya sudah… hasilnya …… hmmm….lebih bisa menari dari pada ngaji… ups!! 

Karena hobbi bacaku yang rada kelewatan, terkadang kalo sudah tidak ada yang bisa ku baca sesuai usia SD, aku bongkar bongkar koleksi  orang tuaku. Buku materi untuk mengajar  milik ibuku yang seorang guru, ku baca habis dan berulang ulang. Karena sudah hafal terkadang kalo ibu sedang koreksi ujian murid kelas 6 nya, aku disuruh ikut mengoreksi… padahal waktu itu aku masih kelas 4..hehehe….

Maklum lah jaman dulu, perpustakaan seingetku adanya  komik2 wayang dan silat /kungfu, majalah  sangat terbatas, novel novel  anak ada tapi terbatas dan impor, novel local  kebanyakan untuk  dewasa..(itupun sudah kubaca..halaaah)…tapi itu setahuku… gak tau kalo didunia lain… maklum tinggal dikota kecil….ha ha ha ha…

Seingatku , sejak TK ,setiap pulang sekolah aku harus nunggu ibu selesai mengajar, biasanya kalo nggak disuruh duduk didalam kelas, aku dititipkan beliau disebuah gereja deket  sekolah untuk bermain disana, seingetku aku main main aja sih sama anak pendeta nya… karena halamannya sangat luas. Aku hafal detai tiap ruangnya  dan banyak membaca buku buku yang ada disana… hiiii

Rentang waktu  remaja,  informasi tentang islam sebatas dapet materi pelajaran di kelas seminggu sekali… kalo gak salah sih lebih menitikberatkan pada soal muamalah, waris, itu  aja deh yg ku inget…

Sementara  bacaan yang ku dapat di rumah adalah buku buku tentang  aliran kejawen dan primbon… dan aku asyiik membacanya.. terkadang membahas materi-materi primbon dengan seorang  teman… ckkckck… waktu itu seneng seneng aja.. tapi Alhamdulillah ndak mempraktekkan sih…

Karena  yang ku tahu, agamaku sama dengan KTP orang tua aja.. ISLAM. Jadi  keinginan menjalankan shalat dan puasa tetap ada… walaupun belang blontang , shalat aku tetap jalankan, tanpa contoh,…. sendiri saja pake buku seadanya…  Secara aku memang belajar sendiri. Otodidak!! ….Alhamdulillah…

Tapi sungguh , disaat  memiliki masalah, shalat waktu itu sangat nikmat, Allah SWT serasa sangat dekat dan menyayangiku… tiap berdoa diakhir shalatku..aku selalu bisa menangis karena serasa benar benar didengar dan dilihat…itukah makna iksan?

Mendapat ujian dengan kehilangan seseorang yang kita cintai dan  semestinya menjadi pelindung  dan pembimbing pastinya berat, tapi Alhamdulillah sepertinya waktu itu tidak membuatku  terpuruk, tapi justru  memacuku untuk menjadi orang yang mandiri, hmmm… sekilas tampak jadi egois… tapi  itulah perjalananan… pasti ada plus minus…

Kekuatanku  hanya  satu yaitu keyakinan bahwa Allah selalu bersama hambaNya, menjadi sumber energi untuk keluar dari lingkungan yang kebetulan tidak kusukai…

Dengan caraku sendiri , doa-doa kupanjatkan , agar Allah memberiku lingkungan yang terbaik…. Subhanallah…  Kota baru , teman baru, lingkungan baru… sepertinya menjadi sebuah keajaiban buatku… walau mungkin buat orang lain biasa biasa saja… hehehe…  rasa syukur yang tak putus bila mengingat momen itu… Karena detik itu aku benar-benar merasakan begitu yah rasanya dapat hidayah….  Tantangan untuk menanggalkan berbagai atribut yang kusandang cukup banyak… karena  harus  benar benar berbalik arah…. Tidak mudah..sangat tidak mudah…. Tapi harus!!!

Banyak teman yang membantu, lingkungan yang baik cukup membuatku semakin yakin dengan arah  yang harus ditempuh…

Tidak mulus  memang… karena  banyak hal  yang sepertinya  di tahun tahun tertentu sempat  membuatku menyia-nyia kan  hidayah itu …. Cukup lama…… semoga Allah SWT mengampuni kelalaianku saat itu….. amiin

Bersambung… ( biar kayak sinetron….  :-D)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Februari 2010 in KENALI DIRI

 

2 responses to “Mencari Hidayah

  1. sunflo

    4 Februari 2010 at 8:58 AM

    waahhh.. pake acara bersambung segala… menarik jeng, dan penuh tantangan, sama seperti ibuku, hidup di lingkungan seperti itu… ditunggu sambungan cerita selanjutnya yaa…^^

     
    • dwiewulan

      4 Februari 2010 at 11:26 AM

      oya… subhanallah… itu membuat hidup lebih berwarna tentunya… amiin

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: