RSS

menuju Ikhlas – Sempurna

14 Nov

aku ikhlas

ikhlas walau berat, euyyy !!

Sering kali orang dengan mudah mengatakan ” Aku ikhlas kok!..

Padahal terkadang rasa ikhlas itu sangat tipis batasnya dengan riya bahkan ujub yaitu amalan yang di kerjakan  telah  terkontaminasi oleh  ridho dan penghargaan orang lain seperti ucapan terima kasih, pujian bahkan ketenaran…

Riya dan ujub seringkali menggoda dan muncul di ujung usaha kita menuju ikhlas.

Beberapa waktu lalu mendengar cerita salah satu temen , rasanya begitu menyentuh…

Sseseorang yang merawat orang tuanya yang sudah sepuh dengan tulus dan ikhlas sungguh mulia, tapi akan tampak biasa bila kita bandingkan dengan seorang menantu pria terhadap mertuanya … emang ada?? Ada lah dan itu temenku sendiri… dengernya sempet termehek mehek ..kenapa…karena beliau lakukan menggantikan istrinya dan sodara2nya tidak bisa atau ndak mau  merawat sang mertua… knp? Ndak tau ..kan bukan itu yang mau kita bahas .. hehehe…

Sempat merasa bersalah karena membuat beliau menceritakan hal itu, takut nilai ikhlasnya berkurang… tapi semoga tidak…

Hanya ingin rasanya bisa membantu beliau meluruskan bahwa amalan tersebut akan sempurna nilainya .jika…. Caranya?

Kesempurnaan amal bisa dicapai  jika  dilakukan dengan disertai faham dan ikhlas. Faham bahwa amalan yang kita lakukan hanya karena taat terhadap Allah, karena menjalankan perintahNya. Ikhlas karena tidak mengharap ridho dan pujian dari siapapun kecuali pahala dari ALLAH SWT. Mudahkah?

Seringkali pada awal kita menjalankan suatu amalan, dengan ikhlas serta merta tanpa berpikir panjang kita kerjakan, tapi terkadang pada saat amalan sudah selesai , seringkali ada hal hal yang bersinggungan dengan penghargaan manusia yang membuat kita terlena , mengharap pujian, materi atau biar orang tau… semoga tidak yachh!!! Sayang bangeet euyyy…

“ Ketenaran adalah fitnah bagi orang yang lemah imannya” ( Imam Gozali)

Belajar untuk selalu instropeksi dengan menuduh diri kita selalu lalai dengan tanggungjawab dan kewajiban kita ternyata bisa membantu mengontrol nilai amalan kita. Yaitu dengan mengingat hal hal yang belum kita kerjakan dan kemudian menjadikan nya hal yang rutin, misal, duh belum tilawah, belum shalat dhuha, belum sedekah,dll… dengan begitu kita terhindar dari sikap Ujub , yaitu merasa sudah sempurna amalannya …fuiih… na’uzhubillah deh ya…

Akan lebih indah bila kita menjalankan apapun tanpa ingin diketahui orang lain, ibarat akar pohon dalam tanah, tidak tampak tapi menguatkan yang lain tanpa harus di kenal dan disebut sebut… woow keren… gimana cara nya…? Yah seperti dalam bersedekah if tangan kanan memberi yang kiri ndak perlu liat lah..do it and forget it !!

Dimanapun kita dan apapun amanahnya semestinya kita kerjakan dengan ikhlas…. Hiks3…. Jadi malu deh…

Ini bagian yang mesti banyak melakukan instropeksi, special buatku, soalnya sering kali kita terjebak pada ketidakpuasan pada pekerjaan yang sudah diamanahkan . Kerjaan kantor yang sering kali membuat kita jenuh apalagi jika dibarengi nilai apresiasi yang tidak semestinya dari perusahaan, sering kali tanpa kita sadari membuat kita zhalim, pada pekerjaan dan diri sendiri… astagfirullah.

Terkadang situasinya seperti chicken & egg, mana dulu yang zhalim ? perusahaan atau kitanya, hahaha… tapi janji Allah, Beliau tidak pernah menilai hasilnya , tapi niatan kita untuk taat mengerjakannya kok, mau bagus, juara berprestasi itu ndak penting yang penting kita tetap istiqomah ..jadi mungkin kita mesti gitu kali ya kalo di kantor… hayooo!! Bisa gak???

Sering mendengar keluhan , “ kenapa ya padahal kita dah menyelesaikan tugas dengan baik, loyal dan disiplin, tapi ndak pernah di hargai sama sekali sama boss”…

Ini ternyata penyakit hati loh, dan jelas lebih bahaya dari penyakit fisik .  Penyakit hati ini sangat manusiawi karena memang itu ada didalam diri, Kecewa, sakit hati, iri tapi jangan sampai dengki deh.. hehehe…

Kita harus terus waspada , evaluasi niat dan instropeksi, kenapa…??

Apalah artinya penghargaan boss, suami atau istri , karena pada kenyataannya pandangan orang akan sesuatu itu berbeda kan? Si A bisa bilang bagus, si B bisa bilang biasa aja dan yang lain bisa bilang keren… tapi yang sempurna tentu penilaian Allah , tak perlu di ragukan lah…

Kecintaan kita pada manusia sering kali menjadi bara, jangan pernah kehilangan keikhlasan kita karena fitnah yang menimpa keluarga sehingga kita jadi lalai akan amal kita. Jangan sampai hanya karena seseorang, nilai ikhlas kita menjadi hilang , na’uzhubillah….

Jadi apapun apresiasi orang terhadap hasil kerja kita itu tidaklah penting, yang penting Allah ridho dengan kerja kita, ok!! makin seru kan!!

Kita kerja bukan mencari keberhasilan kok, tapi lebih pada pencapaian keikhlasan tadi plus Bonus Ridho dari Allah… gak instan pasti… butuh proses panjang dan lama… puncaknya adalah KEDEWASAAN kita. Nilai keimanan adalah seberapa tinggi kedewasaan kita dalam menghadapi problema hidup. Semakin dewasa semakin bijak maka semakin mudah kita mencapai kemenangan menuju kesempurnaan Ikhlas dan Ridho Allah SWT..Amiin

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 14 November 2009 in Emosi diri, Uncategorized

 

4 responses to “menuju Ikhlas – Sempurna

  1. netty

    14 November 2009 at 8:08 AM

    aku suka baca-baca tulisan seperti ini, memberi pengetahuan dan pencerahan.. ,mudah2an smkn baik…

     
    • dwiewulan

      14 November 2009 at 8:16 AM

      tengkeuyyyy mbakyu…
      terus baca… atau barangkali bisa memberi inspirasi untukku… hehehe

       
  2. sunflo

    21 November 2009 at 8:43 AM

    yup..kita musti bekerja lillaah ya jeng.
    biarpun sekecil apa, semoga bernilai ibadah dan mendatangkan barakah serta rahmat…^^

     
    • dwiewulan

      21 November 2009 at 9:25 AM

      yang pasti , ilmu ikhlas harus terus dipelajari . karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT….
      tengkuey ya jeng….

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: