RSS

mudik lagi…. lagi lagi mudik

30 Sep

Foto0133“ Heran deh, sama orang orang yang mau-maunya maksain diri , bermacet macet ria untuk mudik! Apa sih enaknya… !

“ lu juga nih ikut ikutan!, sambung temenku yang satu ini….

Ha ha ha.. gak mau komen banyak deh… soalnya 2 tahun yang lalu… aku masih sepaham dengannya… tapi sekarang,

“sirik aja deh , dah gak punya kampong kali ya”… sahutku sambil bercanda tentunya….

Seperti kata ahli spiritual terkenal di Indonesia, yang kemarin habis ku baca saat beliau mengupas tentang mudik di salah satu Koran terkenal, kebahagian pada saat mudik ada 3 yaitu

Kebahagiaan fisik Foto0135, seperti makanan lezat, baju baru atau transportasi yang diinginkan….Untuk hal satu ini memang sudah sangat membumi dan menjadi ritual wajib bagi sebagian masyarakat… tinggal bagaimana kita menyikapi… Alhamduiillah 2 tahun ini bisa melewati untuk menahan diri… caranya .. ya makan siang dirumah tante, makan malem dirumah kakak… ha ha haha… iritkan…. ( ini sih gak mau rugi kaleee !! )… kalo transportasi , kenapa orang rela bermacet macet ria.. dari mobil harga ratusan juta sampe bajaj dan kendaraan roda dua berjubel rela antre untuk sekedar keluar dari pintu tol cikampek misalnya…. Ini pun dalam rangka irit… he he he he… dan satu lagi… justru karena macet inilah orang akan berasa mudik beneran… gak percaya… coba deh…. Xixixi.

Yang kedua adalah Kebahagian emosi , yaitu sesuatu yang akan didapat dari bersilaturahim dengan orang tua, nostalgia dengan kerabat , sahabat dan teman lama… Hal ini sebenernya yang paling mendorong kenapa orang bersusah payah rela menghabiskan tabungan yang dikumpulkan sepanjang tahun… sebagian berpendapat hal ini nilai spiritualnya kurang sesuai dengan esensial Idul fitri…

Aku pribadi ,untuk lebaran tahun ini Alhamdulillah kutemukan jawabannya .. subhanallah… banyak nilai spiritual yang kudapat.. terutama bagaimana kita bisa mengekspresikan dengan tindakan yang nyata cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggalkan kita.. bukan berziarah loh maksudku… tapi di ambil dari hadist yang menunjukkan bagaimana cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal, yang salah satunya adalah :

“ Menyambung silaturrahim kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.”..

Bukankah hal seperti ini tidak bisa diwakilkan…. Kalo timbul pertanyaan , kenapa mesti pas lebaran? Ya karena liburan, bisa ketemunya pas saat seperti itu atau karena ingin mendapat pahala lebih… boleh dong beralasan begitu…. Intinya kembali pada diri kita ya…

Ketiga dan yang mestinya jadi hal yang Utama adalah Kebahagian spiritual yaitu seperti esensial dari Idul Fitri adalah merupakan kelezatan iman yaitu penyerahan diri pada sang Pencipta. Hari Raya adalah simbul Kemenangan dimensi spiritual manusia dari kecenderuangan fisik. Eh disini agak sedikit berbeda pendapat… soalnya sudut pandang beliau lebih melihat kemubaziran biaya yang sudah dikeluarkan sehingga menurut nya menghilangkan esensi… dan hanya untuk kebahagiaan fisik…

Tapi menurutku, kebahagian spiritual sangat banyak bisa didapat kok… misalnya… kalo kita biasa hidup di kota besar… kebanyakan standar orang tidak mampu di mata kita bisa ketinggian… padahal kalo kita bisa bersilaturahim di kampong atau desa desa… maka akan banyak realita yang bisa kita lihat.. bahwa standard orang yang mesti kita bantu justru ada disana… Kalo kita tidak liat secara langsung tentu esensinya gak dapet juga kan?

Nilai spiritual lain, keindahan alam sehingga kita bisa melihat betapa kecilnya kita dibanding ciptaan NYA dan mahakarya yang terpampang luas di sepanjang jalan… MasyaAllah… hal itu tidak akan kita dapat dikota besar yang dipenuhi gedung tinggi dan asap knalpot bukan? Tentunya hal ini akan menambah kecintaan kita pada Sang Pencipta Allah SWT….

Dan buat anak-anak selain belajar mencintai alam ciptaanNya.. ada nilai spiritual yang banyak di dapet disepanjang jalan mudik  loh… yaitu mencintai rumah Allah SWT .  Bagaimana anak menjadi  paham perbedaan tata cara   pelaksanaan ibadah yang sedikit berbeda , merasa nyaman bila ada didalamnya, beribadah tepat pada waktunya dan InsyaAllah akan menjadi bekal yang sangat berharga kelak bila dewasa … Amiin.

Apapun alasan bagi para pemudik… Semoga semua dapat mendapatkan ibrah dan hikmah didalam perjalanan spiritualnya masing masing… dan bila masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan Ramadhan berikut.. akan terus meningkatkan nilai kebahagiaan spiritual dan meminimalkan nilai fisik saja… amiiin…InsyaAllah…

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Mohon Maaf  lahir dan batin. Taqobalallahu minna waminkum, taqobal ya kariim.

Note . Foto di ambil pada saat shalat jum’at di Masjid Fairuz Pekalongan… jujur ini shalat jum’at pertama setelah berkeluarga… he he he.. masjidnya keren sekali… yang belum pernah… kapan kapan coba mampir ya… MasyaAllah….

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 30 September 2009 in Seputar diri

 

One response to “mudik lagi…. lagi lagi mudik

  1. dewo

    1 Oktober 2009 at 2:58 AM

    semoga allah selalu memberikan kesempatan & kemudahan kepada kita untuk mudik-mudik selanjutnya dalam suasana yang lebih berwarna dan penuh hikmah…amin..
    semoga hikmah mudik yg didapat bisa menjadi pendorong kita untuk selalu menjadi insan yang bersyukur…… love u..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: