RSS

Share & care

02 Agu

P1011271“ mbak sibuk nggak? ” , begitu bunyi sms siang itu kuterima…

”gak gitu “ , jawabku

” Ada apa?..ada yang mau di ceritakan?….” , tanyaku lagi

“ Besok ahad aja deh …sebenernya gak ada sih…he he he ..begitu jawabnya.

Ahad siang kemarin setelah pertemuan rutin kami selesai… mbakyu itu bilang…

“ mbak bareng yu..aku anter pulang.. “

he he he..alhamdulillah.. jadi gak perlu phone anak pertamaku untuk jemput.

Ku ajak mampir masuk kerumah, awalnya ternyata dia berniat mengembalikan sesuatu yang sebenernya aku sendiri sudah lupa..ya …alhamdulillah lagi..masih rejeki berarti.amiin..

Nggak tau siapa yang mengawali, tapi pembicaraan kami jadi seru , awalnya membahas buku yang baru ku baca, menulis, cita-cita dan hobby dan sampai problem pribadi… hmmm…

Sebelum pamit dia bilang ….

“ mbak nanti pulang suamiku mungkin heran , karena hari ini aku bisa tersenyum….hiks..segitunya… Alhamdulillah…..”

Bisa membuat orang lega rasanya sungguh melegakan, ada kenikmatan tersendiri, setidaknya seperti problem kita pun terselesaikan. Padahal rasanya tadi hanya pingin menjadi pendengar yang baik saja. Kalo reaksinya seperti itu pasti bonus saja.

Dalam berkomunikasi sepertinya yang terpenting adalah ada chemistry , ini pinjam istilah temen kantor ketika mengajar dikelas “ mbak aku susah ngajar dia, soalnya gak ada chemistry-nya”… mungkin maksudnya suasana cair diantara dua pihak kali ya…

Tapi rasa peduli juga penting..agar komunikasi itu berhasil:

“ mbak aku kalo mau share sama suami bisanya malem ketika beliau pulang kerja…yang ada jawabnya “ besok aja ya…ngantuk nii….yaah..ngomong ama tembok kali ya… masak dikasih punggung…hu hu hu…

Paling gregetan kalo melihat orang yang diajak sharing ..pandangannya kosong atau malah jelalatan kelihatan kalo pikirannya kemana-mana…

Parah lagi kalo maunya hanya didengerin…tiap ketemu hanya yang keluar dari mulutnya semua tentang hal yang berhubungan dengan dirinya saja. Giliran pihak lawan bicara ingin menimpali pembicaraan dengan hal diluar pribadinya…langsung blank..gak minat denger.. hmm ini nih..l.ewat aja deh…

Pernah ngobrol dengan suami membahas tentang bedanya sharing sama konseling… kesimpulanku sih… kalo sharing itu syaratnya dua-duanya harus menjadi pendengar yang baik..walau tidak menyelesaikan masalah pun , tetap ada hasilnya…

Kalo konseling yang jadi pendengar yang baik satu aja kali ya, yang satunya pasien dong… ha ha ha ha…

Tetap saja menjadi pendengar yang baik memiliki kenikmatan dan kepuasannya berbeda. Dan lebih menyenangkan kalo kita menemukan lawan bicara yang bisa menjadi pendengar yang baik pula….hmmm seru lah… bukan begitu bukan???

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Agustus 2009 in Potensi Diri

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: