RSS

marah vs. maaf

18 Jul

P1011276Merupakan hikmah Allah , membekali seluruh mahluknya dengan emosi-emosi. Ada keterkaitan antara emosi dengan motivasi, karena motivasi selalu diiringi oleh emosi. Emosi dapat membantu kelanggengan hidup mahlukNya.

Ada banyak emosi yang tercantum dalam Alqur’an, tapi karena bahasa emosi sering diindentikkan dengan amarah….maka kita bahas dulu hal yang satu ini…

Rasa marah dapat membantu manusia menjaga existensinya. Kita bisa lihat , jika seseorang sedang marah, maka kekuatannya akan bertambah besar, kalo kata orang adrenalinnya naik…(ini sejenis hormon yang mempengaruhi hati dan menambah kadar gula…makanya kekuatan orang meningkat… dan biasanya kekuatan ini meluas dan tidak disadari … sehingga memungkinkan untuk membela diri bila sedang dalam kondisi terancam.

Dalam merespon amarah, biasanya manusia cenderung mengarah pada tindak/aniaya pada hambatan, yaitu mengarah pada objek lain yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah yang sedang di hadapi. Misalnya: seorang kakak sedang marah atau kecewa terhadap orangtuanya, maka bisa jadi dia melampiaskan kemarahannya kepada adiknya, atau malah menyakiti diri sendiri.

Dan di Al-qur’an kondisi displacement ini ternyata di contohkan pada kemarahan nabi Musa As terhadap kaumnya, saat beliau melihat mereka menyembah anak sapi yang di buat oleh samiri dari emas. Tapi kemarahan beliau ditimpakan kepada saudaranya nabi Harun AS dengan menarik rambut dan memaki-makinya ( Qs.Al A’raaf(7):150).

Ketika amarah menguasai seseorang , kemampuan berpikirnya cenderung tidak jernih, sehingga bisa mengeluarkan kata-kata yang tidak layak , yang setelahnya akan disesali ketika amarahnya reda.

Disini kontrol emosi sangat diperlukan, ya dari pada menyesal belakangan. Setidaknya control rasa amarah ini bisa bermanfaat untuk : menjaga kemampuan berpikir, keseimbangan tubuh, emosi menjadi stabil dan kesehatan fisik.

Janji Allah SWT bagi orang yang bisa menahan amarahnya adalah dengan pahala yang banyak. Dan kunci dari menahan amarah adalah “memaafkan”……….

………..dan apabila mereka marah , mereka member maaf (Qs.Asy-syuuraa(42):37)

“ Maka maafkanlah mereka dengan cara yang baik” (Qs.Al Hijr(15):85)

Kestabilan emosi akan menjauhkan seseorang dari tindak kekerasan kepada orang lain…………

sudahkan kita menjadi pemaaf…..?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Juli 2009 in Emosi diri

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: