RSS

polemik dakwah di FB

16 Jul

P1011278Sejak ada rumor FB dinyatakan haram, ada fenomena menarik muncul pada tampilan status –status di beberapa teman. Dengan cara yang berbeda-beda..mereka menampilkan status yang setidaknya akan menunjukkan bahwa FB itu tidak layak di di fatwakan haram, walau banyak juga sih yang sudah seperti itu dari awal membuka account.

Yups…secara pribadi ,sejauh ini FB masih menunjukkan dampak yang positif ..walau tidak 100%…yang pasti banyak yang merasa surprise , karena FB mampu memberi kemudahan menyambung tali silaturahmi yang sudah belasan tahun bahkan puluhan tahun terputus dan tidak pernah terlintas akan tersambung lagi…ternyata ….wooww…saya sangat merasakan itu……..subhanallah…..

Manfaat lain …bisa sharing berbagai hal dalam waktu singkat.. hanya dengan menuliskan sebaris kalimat di status….tanpa memakan banyak ruang dan waktu…subhanallah…

Tapi yang paling menggelitik adalah..bermunculannya tampilan yang sedikit berbeda dari status dan note sebelumnya, makin banyaknya postingan tentang pandangan ,hikmah dan petikan ilmu agama yang indah dan beragam dan pastinya dengan niat yang tulus dan ikhlas ingin berbagi ilmu ……. subhanallah….

Belum lagi komunitas2 baru yang identik dengan dakwah islam semakin banyak di create.. sungguh fenomena yang sangat menarik … subhanallah..

Dari situ tampak sekali bahwa ketertarikan dan kebutuhan untuk lebih memahami ilmu agama dari kebanyakan pribadi sangatlah besar …. Dan ini merupakan media dakwah yang sangat luas cakupannya…Begitu beragamnya latar belakang , sudut pandang,dan kemampuan tentang agama islam dari masing masing personal…. Subhanallah…

Tapi beberapa hari ini saya mulai melihat ada suasana mulai menghangat …. Yang sepertinya kalau dibiarkan akan menimbulkan efek negative…(tapi semoga ini hanya kekawatiran saya saja)…ada satu temen yang tiap kali saya menuliskan status berupa hikmah yang sedang saya rasakan dan coba saya terapkan dalam diri…beliau selalu menambahkan dalil dalil yang cukup panjang lebar… InsyaAllah saya paham..karena pernah merasakan pada fase itu…fase dimana ghirah kita dalam berdakwah masih sangat mengelora dan menggebu….yah..seharusnya memang begitu….tapi saya yakin ini hanyalah masalah cara…cara dimana dahwah kita akan efektif…….

Saya tergerak ketika ada postingan lain dari seorang bapak yang saya yakin pengalaman hidupnya sangat luas,mengomentari postingan temen saya tersebut….kalimatnya mengingatkan saya pada sekitar 15 tahun yang lalu ketika semangat untuk mendakwahi orang tua begitu besar kurang lebih begini “ cukuplah ilmu kamu itu kau laksanakan dan tunjukkan dulu bahwa kau mampu memberi contoh yang baik, tidak perlu …bla bla bla

Gubraak… kalimat yang sama , kalimat yang dulu membuat ku sadar bahwa semangat dakwah yang besar dan mulia ,harus dibarengi dengan cara yang cantik…apapun bentuknya…. Yang penting menjadi dahwah yang efektif …

Hai orang beriman , mengapa kamu mengatakan yang tidak kamu perbuat?, Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. ( Qs.Ashshaff(61): 2-3)

Selang beberapa hari, tak sengaja membaca status teman yang minta pendapat tentang komentar seseorang yang bunyinya ” Jangan menggurui orang yang tidak minta di ajari”.. hmmm …tergelitik sih ingin beri komentar. Namun karena inget bahwa ilmu belum nyampe dan masih cetek… ya mesti menahan diri…. Tapi tetep gatal ingin menulis juga….. he he he…

Status itu, menuai banyak komentar, rata-rata beranggapan bahwa kalimat itu “negative” ; hatinya sempit, mengejek orang yang berniat dakwah, dsb. Tapi ada satu pendapat yang menarik saya yaitu komentar yang menyetir dari salah satu kitab ternama…point pentingnya adalah” mendakwahi orang satu persatu akan lebih baik dan adalah termasuk sikap hikmah “….

That’s the point, tadinya saya pinginnya komentar gitu (kurang lebihlah), tapi gak nemu kalimat yang pas . Kenyataan bahwa latar belakang orang beda-beda..daya tangkap pasti beda karena beda umur, pekerjaan, pengalaman, sumber ilmu, dll. Ada yang merasa sudah bisa, jadi gak mau di gurui, ada yang bener-bener nutup telinga karena lebih seneng duniawi, dan ada yang memang sedang mencari jati diri….

Maka wajar sajalah …ada yang merasa risih… toh paling hanya beberapa gelintir…. bukan karena niat dakwahnya yang mereka complain kurasa,…mungkin karena materi yang terlalu berat..terkadang malah membuat orang jadi tidak tertarik …karena sifatnya kurang”umum”..atau mendasar…atau dengan kata lain …membuat orang berfikir” duh berat banget ya…menjalankan perintah agama, takutnya malah bikin orang alergi…. Efeknya…?? Ya mereka akan mengamini pendapat orang sekuler…bahwa islam begini begitu…negative pastinya. Dan akan lebih parah lagi, kalo penilaiannya jadi personal …. bahwa kita fanatiklah (dalam kontek negative).. duh….jangan sampai dibilang turunan teroris deh……seremm….

Tapi apapun…saya yakin semua punya niatan yang positif, baik yang terkesan menggurui atau yang merasa risih karena di gurui… Cuma masalah persepsi yang berbeda saja… sehingga salah satu menjadi sensitive…

Yang “menggurui” sejatinya  memang sedang menjalankan kewajiban  yang sungguh mulia…  dan dalam dakwah nya tinggal pilihan cara ; bisa jadi dakwah dalam cakupan luas yaitu sampaikan walau satu ayat dan soal hasil kita kembalikan ke pribadi masing masing…ataukah…memang dakwah yang efektif , person to person yang hasilnya akan tampak lebih nyata….InsyaAllah… ini masalah pilihan yang bisa diambil siapapun.

Dan yang merasa di”gurui”…saya sih tetap yakin mereka tetap dapat kita rangkul dan yakin hanya Allah lah yang berkehendak terhadap siapapun yang ingin di anugerahiNya Hidayah yang Indah dan hanya   Allah lah  Dzat yang  mampu menggerakkan hati-hati manusia.

Kebenaran datangnya hanya dari Allah, kesalahan pasti dari saya sebagai manusia biasa

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Juli 2009 in Seputar diri

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: